BPBD Bantul koordinasikan penanganan lanjutan tanah longsor di Wonolelo

id BPBD Bantul ,Penanganan lanjutan tanah longsor ,Tanah longsor Wonolelo

BPBD Bantul koordinasikan penanganan lanjutan tanah longsor di Wonolelo

Sejumlah warga di dekat tanah longsor di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/HO-BPBD Bantul

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan koordinasi dengan BPBD DIY untuk penanganan lanjutan terhadap tanah longsor di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, dampak cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

"Untuk penanganan lanjutan, kami akan berkoordinasi dengan BPBD DIY karena dibutuhkan peralatan khusus, seperti vertical rescue dan alat bor, untuk mengamankan tebing," kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol di Bantul, Sabtu.

Dia menjelaskan perlunya penanganan lanjutan terhadap tanah longsor dari tebing tersebut, karena BPBD Bantul masih melihat adanya potensi longsor lanjutan, terutama jika hujan intensitas tinggi kembali mengguyur daerah tersebut.

Dia mengatakan hal tersebut karena sisa material di bagian atas tebing masih berisiko longsor sehingga direncanakan dirobohkan secara terkendali dengan peralatan khusus.

Untuk itu, BPBD Bantul mengimbau warga yang tinggal di wilayah rawan longsor agar tetap waspada, terutama saat hujan deras serta segera melapor apabila muncul retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan lereng.

Dia mengatakan tanah longsor terjadi di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, Kecamatan Pleret pada Rabu (7/1), setelah hujan deras mengguyur daerah itu. Kejadian tersebut menyebabkan akses jalan warga sempat tertutup material longsoran berupa tanah dan batu padas berukuran besar.

Longsor awal terjadi pada Kamis (1/1), sekitar pukul 22.00 WIB akibat hujan intensitas tinggi dan kondisi tanah yang labil, kemudian pada Rabu (7/1), terjadi longsor susulan yang membawa material batu berdiameter kurang lebih dua meter.

Dia mengatakan longsoran menutup akses jalan lingkungan, namun tidak terdapat korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.

Rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga tidak mengalami kerusakan akibat longsoran susulan.

"Kalau untuk saat ini, warga bersama FPRB (Forum Pengurangan Resiko Bencana) Wonolelo dan unsur terkait melakukan kerja bakti pembersihan, material longsoran dibuang ke lahan kosong di sisi utara dan selatan lokasi," katanya.

Berdasarkan hasil asesmen, tanah longsor awal panjangnya mencapai enam meter, tinggi tujuh meter, dan lebar dua meter, sedangkan longsoran susulan diperkirakan panjangnya delapan meter, tinggi delapan meter, dan lebar tiga meter.

Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.