
Mensos memaparkan peran penting pejabat daerah sukseskan Sekolah Rakyat

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menekankan peran penting bupati, walikota, hingga gubernur, dalam menjangkau siswa-siswi yang akan mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat.
Mensos menyampaikan pernyataan tersebut dalam Rakernas XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Selasa.
"Penentu siapa yang bisa sekolah di Sekolah Rakyat adalah bupati, walikota, dan gubernur, bukan Menteri Sosial. Ini perlu saya tegaskan," kata Mensos Saifullah Yusuf.
Mensos menjelaskan tidak ada proses pendaftaran bagi murid-murid yang akan bersekolah di Sekolah Rakyat, namun pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu yakni Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Proses penjangkauan itu, kata Mensos, melibatkan berbagai pihak yakni Kementerian Sosial (Kemensos) melalui pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) yang didampingi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Dinas Sosial, dan Badan Pusat Statistik (BPS), di setiap daerah.
Setelah pihak-pihak tersebut melakukan asesmen di lapangan terhadap calon siswa, maka datanya bakal disampaikan kepada kepala daerah untuk selanjutnya disampaikan ke Kemensos.
"Setelah tiga-tiganya setuju, (hasil asesmen) dinaikkan ke bupati. Setelah bupati tanda tangan baru disampaikan ke saya, akan kita pastikan sekali lagi. Kalau sudah benar semua (datanya), saya tanda tangan. Resmilah dia jadi siswa Sekolah Rakyat," ucap Mensos Saifullah Yusuf.
Mensos menyampaikan pelaksanaan program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto itu merupakan miniatur pengentasan kemiskinan terstruktur, terpadu dan berkelanjutan.
Pasalnya, para murid mendapatkan pendidikan dan fasilitas yang berkualitas secara gratis, mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG), hingga Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo.
Selain itu ia menambahkan orang tua murid juga mendapatkan program pemberdayaan dan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih.
Oleh karena itu Mensos mengingatkan para kepala daerah untuk bekerja secara jujur dan profesional dalam menjangkau murid Sekolah Rakyat.
"Jadi jangan ada serobotan-serobotan, jangan ada titip-titipan, jangan ada sogok-menyogok, jangan ada suap-menyuap, jangan ada permainan-permainan untuk memaksakan keluarga tertentu bisa sekolah di sekolah ini," ujar Mensos Saifullah Yusuf.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rakernas Apkasi di Batam, Mensos minta pemda sukseskan Sekolah Rakyat
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
