
Tani Merdeka Indonesia Kulon Progo berkomitmen majukan pertanian tingkat kesejahteraan petani

Kulon Progo (ANTARA) - Dewan Pengurus Daerah Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berkomitmen memajukan sektor pertanian dan perkebunan di wilayah ini untuk meningktan kesejahteraan petani dan mendukung kebijakan ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Kulon Progo Suparta di Kulon Progo, Rabu, mengatakan Kulon Progo merupakan wilayah datar dan miring, sawah dan perbukitan dengan geografis 75 persen itu daerah datar, yang 25 persen itu daerah perbukitan.
"Kami berkomitmen menyejahterakan petani yang datar dan yang di perbukitan supaya bertaraf hidup sejahtera bersama-sama. Alhamdulillah untuk Kulon Progo ini, wilayah pertanian yang datar teralokasi kepada tanaman pangan dan di perbukitan untuk perkebunan. Alhamdulillah,kita sudah swasembada pangan, dan mudah-mudahan 2026 Indonesia bisa ekspor beras untuk luar negeri," kata Suparta dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Kulon Progo periode 2026-2030.
Ia mengatakan berkaitan dengan wilayah Kulon Progo yang begitu beraneka ragam budaya, beraneka ragam kegiatan, warga Kulon Progo itu 50 persen petani, 25 persen pelajar, 25 persen lagi pengusaha dan ASN. Jumlah petani yang mencapai 50 persen ini, DPD Tani Merdeka Indonesia Kulon Progo mengupayakan untuk menyejahterakan mereka.
"Dengan Tani Merdeka, mudah-mudahan kita punya Ketua Tani Merdeka Daerah Istimewa Yogyakarta Oskar ini semakin maju. Beliau merangkap jabatan sebagai staf ahli Kementerian Pertanian. Alhamdulillah, jadi kita punya benang lurus dari kabupaten, provinsi, dan kementerian. Mudah-mudahan dengan benang lurus ini program-program bisa mengalir dengan cepat dan kita bisa mengalokasikan program-program dari Dinas Pertanian," katanya.
Selanjutnya, Suparta berharap ada program khusus di wilayah perbukitan Menoreh. Hal ii mengingat di perbukitan itu bukan untuk tanaman pangan. Harapannya, di perbukitan itu tanaman perkebunan dan buah-buahan. Di bawah ini tanaman pangan khususnya padi.
"Kemudian, bagaimana kita bisa melaksanakan program pertanian ini dengan lancar dan bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Kita jangan mengharapkan punya produk yang besar dan banyak, tapi karena kita masuk ke pasar global, kita harus punya pertanian yang bertaraf kualitas produk. Bukan hanya hasil yang besar tapi kualitas produk, sehingga nanti dijual di pasar global itu betul-betul bisa diakui. Kalaupun hasil satu hectare hanya bisa 10 ton tapi kualitasnya rendah. Harapan kami bisa ditingkatkan dengan kualitas yang lebih tinggi, kita masuk pasar global menjadi harga yang tinggi," harapnya.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo mendukung adanya Tani Merdeka Indonesia di Kulon Progo. Dengan kepengurusan DPD Tani Merdeka Indonesia Kulon Progo yang baru dilantik memberikan semangat baru.
"Hal ini tentunya memberikan semangat untuk kita semuanya bahwa bertani itu adalah mulia. Insya Allah dengan segala sumber daya para petani ini bisa menopang segalanya," katanya.
Ia berharap DPD Tani Merdeka Indonesia mendukung perkembangan petani muda-muda yang punya inovasi-inovasi." Ini sesepuhnya adalah mempunyai pengalaman yang hebat. Nanti kalau digandeng dengan para anak-anak muda bisa ditularkan ilmunya dan ditambahi dengan inovasi teknologi," harapnya.
Ketua DPW Tani Merdeka Indonesia DIY Oscar Tri Yoga Semendawai mengatakan DPD Tani Merdeka Indonesia di tingkat kabupaten dan provinsi mendukung program-program Presiden Prabowo.
"Tani Merdeka berkomitmen mendukung program-program strategis Presiden Prabowo mulai dari swasembada pangan. Target swasembada pangan yang awalnya dianggap sulit ternyata berhasil dicapai pada 2025 melalui kerja keras dan dukungan langsung ke petani. Pada 2026, fokus bergeser dari sekadar swasembada menjadi target ekspor 1 juta ton beras dan 1 juta ton jagung," katanya.
Oscar mengingatkan pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kulon Progo yang baru dilantik bahwa jabatan adalah tanggung jawab untuk melayani petani, bukan untuk dibanggakan.
"Selanjutnya, saya ucapkan selamat kepada Bapak Ketua DPD yang dilantik hari ini beserta pengurus-pengurus yang lain. Saya minta kepada bapak, bahwa jabatan itu bukan sesuatu yang bisa kita bangga-banggakan. Tapi sebuah jabatan itu amanah buat kita. Petani menunggu kita," katanya.
Pewarta : S159
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
