Logo Header Antaranews Jogja

Kemendikdasmen mencatat kinerja anggaran 2025 tergolong sangat baik

Kamis, 22 Januari 2026 18:39 WIB
Image Print
Tangkapan layar-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memaparkan sejumlah target prioritas pembangunan bidang pendidikan Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di Jakarta Pusat pada Rabu (21/1/2026). ANTARA/Hana Kinarina

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan bahwa realisasi atau kinerja anggaran Kemendikdasmen tercatat dalam kategori sangat baik sehingga mampu menghasilkan capaian, seperti peningkatan kualitas PAUD.

"Pelaksanaan program/kegiatan di Kemendikdasmen pada TA 2025 telah menghasilkan capaian pada tataran nasional antara lain dengan meningkatnya akses pendidikan pada kelompok usia 7–18 tahun, akses layanan PAUD, nilai kualitas lingkungan belajar PAUD, dan kebekerjaan lulusan vokasi,” ucap Mendikdasmen Mu'ti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut telah disampaikan dalam Rapat Kerja Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1). Diketahui pada 2025, realisasi anggaran Kemendikdasmen mencapai Rp62,27 triliun atau sebesar 98,66 persen dari total pagu anggaran Rp64,34 triliun.

Lebih lanjut dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen memaparkan sejumlah capaian Prioritas Nasional, termasuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan yang semula ditargetkan menyasar 10.440 satuan pendidikan berhasil diperluas menjadi 16.167 satuan pendidikan.

Program itu juga ikut memberikan dampak ekonomi yang luas dengan penyerapan dana konstruksi di 5.273 kecamatan, mendorong aktivitas lebih dari 28 ribu UMKM, serta menyerap sekitar 192.665 tenaga kerja.

Di bidang digitalisasi pembelajaran, Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan diska keras eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan. Dukungan itu dilengkapi dengan penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan.

Sementara itu, Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjangkau sekitar 19 juta peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin. Penguatan karakter murid melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) juga terus diperluas dan telah diterapkan di 170.870 satuan pendidikan.

Selanjutnya terkait upaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai tunjangan bagi guru non ASN, antara lain tunjangan profesi guru (TPG) bagi 400.179 guru, tunjangan khusus guru (TKG) bagi 43.259 guru, insentif bagi 365.542 guru, serta bantuan subsidi upah (BSU) bagi 253.407 guru PAUD nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.

Selain itu, pendidikan profesi guru (PPG) telah diikuti oleh 804.157 guru tertentu, terdiri atas 254.719 guru ASN daerah dan 549.438 guru non-ASN. Untuk penguatan kompetensi, berbagai pelatihan juga telah dilaksanakan bagi 69.868 fasilitator dan guru, mencakup pelatihan guru BK, pengajaran _coding_ dan kecerdasan buatan, Bahasa Inggris, hingga kepemimpinan sekolah. Pemerintah juga memberikan program peningkatan kualifikasi S1/D4 bagi 12.500 guru yang ditargetkan lulus pada tahun 2026.

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan lantas menyampaikan apresiasi atas perkembangan pagu dan realisasi anggaran Kemendikdasmen membanggakan. Ia pun mengapresiasi pemberian PIP yang mencapai 19 juta dan seluruhnya berjalan dengan sangat baik. Program revitalisasi satuan pendidikan pun dinilai membawa manfaat besar bagi sekolah.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendikdasmen catat kinerja anggaran 2025 tergolong sangat baik



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026