
Wamenkes tinjau kegiatan CKG dan skrining TBC bagi karyawan pabrik MPS

Bantul (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis dan skrining tuberkulosis (TBC) berbasis komunitas bagi karyawan pabrik jasa pelintingan rokok Sampoerna PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (MPS) yang ada di Kabupaten Bantul.
Usai peninjauan di Bantul, Jumat, Wamenkes mengatakan Presiden Prabowo mempunyai delapan program hasil terbaik cepat selain program rutin. Dari delapan program tersebut, dua program dalam bidang kesehatan yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat.
"Dan inilah CKG dan pemberantasan TBC yang hari ini kita lakukan di sini. Dilakukan CKG karena apa? hipertensi dan diabetes ini kan tidak ada keluhannya, padahal tiga sampai lima tahun kalau tidak terkontrol bisa merusak pembuluh darah," kata Wamenkes.
Paket CKC sebagai dasar pemeriksaan perusahaan rokok itu dimulai dari penimbangan berat badan, cek tensi dan gula darah, skrining tuberkulosis, konsultasi dokter, selain itu disediakan bilik dahak jika terdapat suspek.
"Tujuannya juga bisa mencegah kasus stroke, kasus orang cuci darah. Karena jangan sampai orang di usia produktif kena serangan jantung, karena kalau mereka sakit kan tidak bisa kerja, tidak bisa hidupi keluarganya, maka dilakukan di sini," kata Wamenkes.
Melalui pemeriksaan CKG dan skrining TB bagi sebanyak 1.300 karyawan pabrik ini, kata dia, diharapkan apabila ada 40 orang yang mempunyai tensi tinggi, 50 orang memiliki gula darah tinggi, maka bisa dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan ke dokter yang ada di perusahaan.
"Maka harapannya tiap minggu juga dites gula darah, agar mereka bisa bekerja di sini sampai dengan pensiun nanti tidak sakit. Dan bisa mencegah untuk stroke, cuci darah, hipertensi, termasuk serangan jantung itu bisa dicegah," kata Wamenkes.
Selain itu, lanjutnya, dengan skrining TBC akan diketahui bila ada karyawan yang terdapat gejala, misalnya batuk lebih dari dua minggu, bisa langsung datang ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan.
"Jadi itulah tujuan ke sini menjelaskan program negara kepada perusahaan-perusahaan. Target kita supaya karyawan di Indonesia bisa produktif," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan pihaknya telah memperluas jangkauan CKG dan pemberantasan TBC dari sebelumnya menyasar masyarakat, diperluas ke komunitas.
"Salah satunya adalah menyasar komunitas-komunitas perusahaan-perusahaan seperti yang dilaksanakan pada hari ini. Jadi tidak hanya puskesmas dan di sekolah, namun kami lebih ke meluas ke komunitas," katanya.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi mengapresiasi kunjungan Wamenkes, karena selain mendukung kegiatan CKG di perusahaan, juga memberikan pengetahuan tentang pentingnya kegiatan dalam pencegahan TBC.
"Apresiasi partner kami, bagaimana mereka mengusahakan hari ini bisa berjalan dengan lancar. Saya kira ini contoh yang sangat baik, bagaimana dari pihak swasta bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mensukseskan program ini," katanya.
Terlebih kata dia, program CKG dan skrining TB telah menjadi gerakan yang sudah ditetapkan Wamenkes, sehingga kegiatan ini dinilai sangat penting sekali buat bangsa Indonesia ke depan.
Dengan demikian, kata dia, kegiatan pemeriksaan kesehatan ini akan berlanjut di ekosistem sampoerna yang lainnya di sebanyak 43 pabrik yang tersebar di 28 kabupaten se-Jawa.
"Semoga ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan bisa menginspirasi pihak-pihak lain untuk juga bisa berkontribusi dan turut serta, karena ini tugas dan tanggungjawab kita bersama," katanya.
Pewarta : HRI
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
