
UAD Yogyakarta serahkan SK Guru Besar kepada tujuh dosen

Yogyakarta (ANTARA) - Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Guru Besar kepada tujuh dosen di Ruang Audiovisual Museum Muhammadiyah, Kompleks Kampus IV UAD Yogyakarta, Selasa (10/2).
"Hal itu menjadi momentum penting dalam penguatan kualitas akademik serta pengembangan keilmuan berkemajuan di lingkungan UAD," kata Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia UAD Dr Norma Sari SH, MHum mewakili Rektor UAD Prof Dr Muchlas MT.
Tujuh guru besar yang menerima SK tersebut, yakni Ishafit di bidang pembelajaran fisika berbasis laboratorium dan ICT, Wahyu Widyaningsih di bidang farmakologi dan toksikologi, Nina Salamah di bidang autentikasi herbal dan analisis halal.
Kemudian Yudi Ari Adi di bidang pemodelan matematika interaksi populasi, Fatwa Tentama di bidang psikologi kerja, organisasi, dan kewirausahaan, serta Dian Artha Kusumaningtyas di bidang evaluasi pembelajaran fisika, serta Wajiran di bidang kritik sastra.
Noorma Sari mengapresiasi capaian tersebut dan berharap dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak guru besar di UAD, meskipun tantangan ke depan semakin besar.
Sekretaris BPH UAD Azman Latif menegaskan bahwa jabatan guru besar bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dijalankan sesuai norma dan peraturan.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah V Setyabudi Indartono menyampaikan apresiasi atas capaian UAD. "Bertambahnya guru besar akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi," katanya.
Mewakili para guru besar, Ishafit mengemukakan proses kenaikan jabatan akademik guru besar di UAD difasilitasi secara sistematis melalui program inkubasi yang dikelola universitas.
"Program tersebut dirancang untuk mendampingi dosen secara intensif dalam pemenuhan kewajiban akademik, khususnya publikasi ilmiah," kata guru besar di bidang pembelajaran fisika berbasis laboratorium dan ICT itu.
Pewarta : SP
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
