Logo Header Antaranews Jogja

Ketua Kadin Kulon Progo Nanang berkomitmen perkuat UMKM berbasis teknokratik

Rabu, 11 Februari 2026 20:59 WIB
Image Print
Pengurus Kadin Kulon Progo bersama Bupati Kulon Progo Agung Setyawan. (ANTARA/HO-Nanang Sukrisno)

Kulon Progo (ANTARA) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, periode 2026-2031 Nanang Sukrisno berkomitmen memperkuat daya saing UMKM, mendorong transformasi digital, mendukung ekonomi hijau dan keberlanjutan, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis pendekatan teknokratik dan terukur.

Nanang Sukrisno di Kulon Progo, Rabu, mengatakan pelaku usaha menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian ekonomi dunia, fluktuasi nilai tukar mata uang, dinamika geopolitik, serta transisi menuju ekonomi hijau dan digital menuntut dunia usaha untuk menjadi adaptif.

"Kadin harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha. Untuk itu, kami akan bekerja dengan indikator jelas, yakni investasi yang difasilitasi, kemitraan yang tercipta, serta jumlah pelaku lokal yang terlibat dalam sektor strategis, termasuk ekosistem embarkasi haji. Kadin tidak boleh hidup dari retorika,” kata Nanang usai terpilih menjadi Ketua Kadin Kulon Progo 2026-2031.

Ia mengatakan ke depan, Kadin Kulon Progo tidak boleh hanya menjadi organisasi administratif, tapi menjadi rumah besar bagi para pengusaha tempat bertumbuh, berkembang, berkolaborasi, dan berinovasi.

Saat ini, lanjut Nanang, Kabupaten Kulon Progo berada pada fase transformasi yang sangat strategis. Kehadiran Yogyakarta International Airport telah membuka konektivitas global yang luar biasa, sehingga kawasan ini menjadi pintu gerbang utama menuju DIY dan khususnya dunia usaha.

Namun demikian, infrastruktur besar harus diiringi dengan penguatan ekonomi lokal. Sehingga, pelaku usaha lokal, UMKM, koperasi, dan industri kreatif harus mampu menjadi tuan rumah di daerahnya. Selain itu, pengembangan kawasan industri Sentolo, kawasan logistik, serta konektivitas jalur selatan menjadi peluang besar bagi tumbuhnya sektor manufaktur, agribisnis, dan jasa.

Di sektor pertanian dan perikanan, Kulon Progo memiliki potensi unggulan melalui program beras organik, hortikultura, serta budidaya perikanan yang berorientasi ekspor. Tantangannya adalah bagaimana kita memperkuat rantai pasok, akses pasar, serta pembiayaan yang berkeadilan.

Sektor pariwisata uga perlu terus dikembangkan dengan kekuatan wisata alam, wisata budaya, dan desa wisata. Namun, pengelolaannya juga harus semakin profesional, berbasis digital, dan berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi yang merata bagi seluruh rakyat masyarakat Kulon Progo dan DIY.

"Kadin Kulon Progo siap menjadi motor penggerak ekonomi daerah, jembatan antara kebijakan dan praktik usaha, serta katalisator pertumbuhan yang berkeadilan. Kami juga siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menggerakkan potensi yang ada di Kulon Progo mulai dari UMKM, pertanian, dan pariwisata di Kulon Progo. Tentunya perlu dukungan dan komitmen Pemkab Kulon Progo dalam kemudahan berusaha, infrastruktur dan kebijakan lainnya," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026