
Wamenpar menekankan event sebagai sarana promosi dan pengungkit ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menekankan bahwa event memiliki peran penting sebagai sarana promosi dan pengungkit ekonomi masyarakat di daerah sekitar.
Dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, Ni Luh mengatakan bahwa event juga membuka lapangan kerja baik sementara maupun berkelanjutan, serta memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap pengembangan pariwisata di daerahnya.
Potensi tersebut kemudian memacu Kementerian Pariwisata untuk melakukan penguatan dari sisi destinasi dan ekonomi daerah, melalui dioptimalkannya program Karisma Event Nusantara (KEN).
Pada 2025 terdapat 99 event yang terselenggara, dan pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 125 event yang telah dikurasi di 38 provinsi.
“Program ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata mampu memberikan manfaat ekonomi yang inklusif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Ni Luh.
Ni Luh melanjutkan dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat 15,39 juta kunjungan dengan rata-rata pengeluaran per kedatangan (average spending per arrival/ASPA) sebesar 1.267 dolar AS.
Capaian itu dikatakannya telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) secara kumulatif mencapai 1,2 miliar perjalanan sepanjang 2025, melampaui target RKP sebesar 1,08 miliar perjalanan dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pencatatan.
Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) ke luar negeri tercatat sebanyak 9,17 juta perjalanan sepanjang periode yang sama.
Pertumbuhan kunjungan wisman yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisatawan nasional menghasilkan surplus kunjungan sebesar 6,22 juta sepanjang 2025, tumbuh 25,93 persen dibandingkan surplus pada tahun 2024.
“Pertumbuhan surplus ini mengindikasikan penguatan net devisa pariwisata dan kontribusi positif sektor pariwisata terhadap neraca ekonomi nasional,” katanya.
Dia menyebut pada tahun 2026 pemerintah menargetkan 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan nusantara.
Upaya pencapaian target tersebut akan difokuskan pada peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, pengembangan event, serta promosi yang lebih terarah dan berbasis pasar.
Pencapaian tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pariwisata, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, komunitas, hingga masyarakat luas.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan kolaborasi dan komitmen bersama akan mendorong masa depan sektor pariwisata ke arah yang lebih baik.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen bersama, pariwisata Indonesia diharapkan terus tumbuh secara berkelanjutan, memberikan manfaat yang semakin luas, dan menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat di seluruh penjuru tanah air,” kata Widiyanti.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenpar tekankan event sebagai sarana promosi dan pengungkit ekonomi
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
