Logo Header Antaranews Jogja

Hasto Kristiyanto tanam pohon di Embung Giwangan, tekankan politik sebagai strategi kebudayaan

Senin, 16 Februari 2026 14:36 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menanam pohon bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan kader PDIP saat aksi lingkungan Merawat Pertiwi di Embung Giwangan, Senin (16/2/2026). (istimewa)

Yogyakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengawali rangkaian kunjungannya di Kota Yogyakarta dengan aksi lingkungan bertajuk Merawat Pertiwi di kawasan Embung Giwangan, Senin.

Dalam kegiatan tersebut, Hasto bersama jajaran DPD dan DPC PDIP Yogyakarta melakukan penanaman berbagai bibit pohon, mulai dari kepel yang merupakan identitas flora DIY hingga tabebuya dan sejumlah pohon buah-buahan.

Kehadiran Hasto disambut jajaran pimpinan daerah, di antaranya Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto, serta Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang didampingi Wakil Wali Kota Wawan Harmawan.

Dalam arahannya di Grha Budaya, Hasto Kristiyanto menyampaikan pidato yang mengaitkan politik dengan falsafah Jawa. Ia mengutip kisah Subali yang memperoleh Aji Pancasona karena rasa cintanya yang luar biasa kepada bumi.

"Aji Pancasona itu kekuatannya berasal dari bumi. Pesan moralnya jelas: jika kita merawat bumi, maka bumi akan menghidupi kita. Namun jika kita mengkhianatinya, bumi bisa membelah dan menciptakan kesengsaraan," ujar Hasto di hadapan ratusan kader.

Hasto menegaskan, gerakan menanam pohon bukan sekadar seremoni, melainkan strategi kebudayaan partai untuk melawan ego kapitalisme yang kerap mengeksploitasi alam demi kepentingan elektoral sempit.

Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan kebiasaan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, dalam menjaga kelestarian lingkungan secara mandiri.

Hasto menceritakan bagaimana Megawati selalu mengumpulkan biji buah dari setiap rapat untuk disemai kembali, hingga memanfaatkan sisa air kopi tamu sebagai pupuk organik.

"Ibu Mega mengajarkan hal-hal fundamental. Bahkan botol plastik bekas tidak dibuang, tapi dijadikan wadah pembenihan. Ini yang harus dicontoh kader di Yogyakarta, terutama dalam menangani masalah sampah di kota ini," tambahnya.

Menanggapi isu lingkungan di Kota Pelajar, Hasto memberikan instruksi khusus kepada Wali Kota Yogyakarta untuk memperkuat tata kelola sampah dengan teknologi bakteri pengurai agar sungai-sungai di Jogja bersih dari limbah plastik.

Ia menekankan ciri kader PDIP sejati adalah mereka yang mau berhenti sejenak untuk memungut sampah plastik yang ditemui di jalan.

Aksi tanam pohon ini menjadi pembuka sebelum agenda puncak Public Lecture Series 002 bertajuk Spirit of Humanity and Human Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi yang digelar di lokasi yang sama.

Diskusi publik tersebut dijadwalkan menghadirkan Rocky Gerung, Rimawan P., serta dipandu politisi muda Aryo Seno Bagaskoro sebagai host.




Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026