Logo Header Antaranews Jogja

UNDP: Pembersihan reruntuhan Gaza bisa memakan waktu 7 tahun

Rabu, 18 Februari 2026 11:55 WIB
Image Print
Seorang bocah pengungsi asal Gaza, Palestina berdiri di samping kardus bantuan bahan pokok di Hittin, Marka, Yordania, Senin (16/2/2026). Warga Indonesia memberikan bantuan berupa kebutuhan bahan pokok untuk pengungsi Gaza di Yordania dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, melalui Dompet Dhuafa sebanyak 260 kardus bantuan. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/bar

Hamilton (ANTARA) - Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) menyatakan pembersihan reruntuhan di Gaza dengan kecepatan saat ini dapat memakan waktu hingga tujuh tahun karena sebagian besar penduduk masih hidup dalam kondisi yang sangat berbahaya.

Dalam pengarahan virtual dari Yerusalem setelah kunjungan terbarunya ke Jalur Gaza, Kepala UNDP Alexander De Croo pada Selasa (17/2) menggambarkan situasi kemanusiaan sebagai yang terburuk yang pernah ia saksikan selama bertahun-tahun bekerja di bidang pembangunan.

“Ini adalah kondisi kehidupan terburuk yang pernah saya lihat, kondisi yang sangat menyakitkan untuk dijalani,” kata De Croo.

Dirinya menambahkan bahwa sebanyak 90 persen warga Gaza saat ini hidup di tengah reruntuhan, yang sangat berbahaya.

Baca juga: Di Dewan Keamanan PBB, Menlu RI suarakan dukungan pemulihan Gaza

Lebih lanjutkan, ia menjelaskan bahwa upaya pemulihan UNDP berfokus pada tiga bidang utama. Yang pertama adalah pembersihan puing dan limbah padat.

“Pembersihan puing-puing, kami baru menyelesaikan sekitar 0,5 persen dari total keseluruhan,” ucapnya.

Ia menekankan perlunya peningkatan wewenang dan kapasitas guna mempercepat proses pembersihan dan daur ulang puing-puing

Prioritas kedua UNDP, lanjutnya, adalah penyediaan hunian sementara, karena 90 persen populasi tinggal di tempat yang bahkan sulit disebut sebagai tenda.

“Maksud saya, ini benar-benar tenda yang sangat, sangat sederhana,” kata dia..

Baca juga: Mensesneg: Pengiriman 8.000 pasukan perdamaian RI masih dimatangkan

UNDP sejauh ini telah membangun 500 unit hunian pemulihan dan memiliki 4.000 unit siap pakai, namun kebutuhan jauh melampaui pasokan yang ada saat ini.

“Diperlukan antara 200.000 hingga 300.000 unit untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, bukan kehidupan yang seharusnya mereka miliki, tetapi setidaknya lebih baik dari kondisi saat ini,” tambahnya.

Ia menyebut bidang ketiga adalah menghidupkan kembali sektor swasta Gaza yang sebagian besar terhenti. Program pemulihan mencakup investasi terbatas dan skema padat karya dengan pembayaran tunai.

Untuk memperluas bantuan, De Croo mengatakan UNDP memiliki satu permintaan besar kepada otoritas Israel, yaitu memberikan akses yang lebih luas untuk bahan bangunan, unit hunian, dan dukungan bagi pelaku usaha swasta.

Ia menegaskan bahwa dugaan kekhawatiran keamanan Israel tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi akses yang lebih besar bagi UNDP, organisasi-organisasi PBB lainnya, dan lembaga swadaya internasional.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Presiden telah terima undangan KTT BoP 19 Februari






Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNDP: Pembersihan reruntuhan Gaza bisa memakan waktu 7 tahun



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026