Logo Header Antaranews Jogja

Dinkes DIY siapkan imunisasi HPV anak 11 tahun

Senin, 23 Februari 2026 04:14 WIB
Image Print
Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi. ANTARA/Luqman Hakim

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan pelaksanaan imunisasi human papillomavirus (HPV) bagi anak usia 11 tahun sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks.

Kepala Dinkes DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki usia 11 tahun yang dijadwalkan mulai 2027 oleh Kementerian Kesehatan RI masih dalam tahap sosialisasi.

"Program untuk anak laki-laki masih dalam taraf penggodokan, persiapan, dan sosialisasi," ujar Anung di Yogyakarta, Minggu.

Ia menjelaskan, saat ini pelaksanaan imunisasi HPV di DIY masih difokuskan pada anak perempuan serta perempuan usia subur.

Menurut dia, vaksinasi tersebut bertujuan mencegah infeksi human papillomavirus yang menjadi salah satu faktor risiko utama kanker serviks.

"Saat ini memang imunisasi HPV itu masih fokus pada wanita-wanita usia subur," ujar dia.

Anung menambahkan Dinkes DIY telah melakukan sosialisasi ke kabupaten/kota serta memastikan ketersediaan stok vaksin dalam kondisi aman untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Ia mengatakan pemberian vaksin HPV pada anak usia 11 tahun sebagai pencegahan sejak dini, sebelum terjadinya paparan infeksi.

Pada kelompok usia tersebut, imunisasi dapat diberikan tanpa perlu pemeriksaan awal seperti tes IVA maupun "Pap smear".

Sementara itu, untuk perempuan usia dewasa yang hendak menerima vaksin HPV, dipastikan terlebih dahulu tidak terdapat tanda-tanda kanker serviks melalui pemeriksaan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan agar penanganan dapat segera diberikan apabila ditemukan kelainan.

Menurut Anung, imunisasi merupakan bagian dari strategi pencegahan pemerintah untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks, yang menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan.

"Imunisasi itu untuk pencegahan. Salah satu faktor risiko kanker serviks adalah infeksi human papillomavirus, maka dicegah lebih dulu melalui vaksinasi," ujar dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah akan memperluas cakupan imunisasi HPV dengan menyasar anak laki-laki usia 11 tahun mulai 2027.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi nasional pencegahan kanker serviks yang selama ini identik menyerang perempuan.

Kementerian Kesehatan menilai vaksinasi sejak usia dini penting untuk memutus rantai penularan human papillomavirus sekaligus menekan angka kejadian kanker serviks di Indonesia.

"Pada 2027 kita akan mulai ke laki-laki usia 11 tahun. Meskipun mereka tidak bisa menderita kanker serviks, tetapi bisa transmitting the disease (membawa penyakitnya ke pasangan). Mereka mungkin tidak akan kena kanker serviks, tetapi bisa menjadi pembawa," ujar Budi pada peringatan Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Rabu (4/2).



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026