
Iran tetapkan angkatan laut, udara negara Uni Eropa entitas teroris

Teheran (ANTARA) - Iran telah menetapkan seluruh angkatan laut dan udara negara-negara anggota Uni Eropa sebagai “entitas teroris” sebagai langkah balasan atas penetapan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sebagai “organisasi teroris”.
Dalam pernyataan pada Sabtu (21/2), Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan langkah tersebut diambil sebagai respons timbal balik atas keputusan yang disebutnya “ilegal dan tidak beralasan” oleh negara-negara anggota.
Uni Eropa juga menetapkan IRGC melanggar prinsip-prinsip dan aturan dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa serta hukum internasional, dan menggambarkannya sebagai salah satu komponen resmi angkatan bersenjata Republik Islam Iran.
“Republik Islam Iran akan bertindak berdasarkan prinsip “resiprositas’ (timbal balik),”demikian bunyi pernyataan tersebut.
Baca juga: Militer AS bersiaga serang Iran mulai Sabtu
Dewan Uni Eropa pada Kamis (19/2) menyatakan secara resmi telah memutuskan untuk memasukkan IRGC ke dalam daftar teroris Uni Eropa, beberapa pekan setelah tercapainya kesepakatan politik di antara negara-negara anggota.
“Setelah dimasukkan dalam daftar, IRGC juga akan dikenai langkah-langkah pembatasan di bawah rezim sanksi kontra-terorisme Uni Eropa,” bunyi pernyataan itu, merujuk pada pembekuan dana dan aset keuangan atau sumber daya ekonomi lainnya di negara-negara anggota Uni Eropa.
Penetapan status sebagai teroris, juga berarti berlaku larangan bagi operator Uni Eropa untuk menyediakan dana dan sumber daya ekonomi kepada IRGC.
Baca juga: Trump siapkan tarif, ancam negara yang berbisnis dengan Iran
Sebanyak 13 individu, 23 kelompok dan entitas kini dikenai langkah pembatasan dalam daftar teroris Uni Eropa tersebut, tambahnya.
Ketegangan meningkat dramatis antara Iran dan sejumlah negara Eropa menyusul protes baru-baru ini di dalam negeri Iran. Para pemimpin Eropa mengecam apa yang mereka sebut sebagai tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa.
Awal bulan ini, parlemen Iran mengumumkan Iran kini menganggap angkatan bersenjata Uni Eropa sebagai organisasi teroris, setelah badan keamanan tertinggi negara itu menyetujui langkah tersebut.
Pengumuman parlemen itu diikuti dengan pemanggilan duta besar negara-negara anggota Uni Eropa ke Kementerian Luar Negeri Iran.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Iran upayakan capai kesepakatan dengan AS soal nuklir
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
