
Baznas ingatkan warga hapus tato lebih sulit ketimbang memasangnya

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat bahwa menghapus tato lebih sulit ketimbang memasangnya.
Oleh karena itu, Wakil Ketua IV Bidang SDM Baznas (Bazis) DKI Jakarta Prof. Bunyamin mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak mudah tergiur memasang tato.
"Hendaklah berpikir berkali-kali, dan sebaiknya tidak perlu memasang tato karena penghapusannya lebih sulit daripada memasangnya," kata Bunyamin saat ditemui di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Selasa.
Baca juga: Hapus tato, gapai kesempurnaan wudhu dan shalat
Pada Ramadhan tahun ini, Baznas/Bazis DKI Jakarta kembali membuka layanan hapus tato gratis bagi individu yang ingin berhijrah di berbagai wilayah Jakarta.
Layanan itu tersedia di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada 23-24 Februari 2026, dan Aula Masjid Assahara di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada 24 Februari 2026.
Kemudian, di Ruang Dirgantara Blok B/C Lantai 2 Kantor Wali Kota Jakarta Selatan pada 26 Februari 2026, serta Aula Serbaguna Blok C Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 3 Maret 2026.
Pendaftaran dibuka mulai 23 Februari hingga 4 Maret 2026 secara daring melalui laman baznasbazisdki.id/daftarhapustato, dengan target 1.000 peserta.
Baca juga: Buruan ikut, ada layanan hapus tato gratis
Calon peserta harus mengisi formulir pendaftaran secara lengkap dan benar dengan melampirkan fotokopi KTP dan foto tato yang ingin dihapus.
Nantinya, mereka akan masuk dalam grup WhatsApp Layanan Hapus Tato di wilayah masing-masing, dan harus melakukan daftar ulang di lokasi kegiatan.
Layanan itu terbuka bagi masyarakat dengan KTP DKI Jakarta dan berdomisili di Jabodetabek.
"Tahun ini sudah tahun keempat. Hampir 2.000 lebih yang sudah dihapus tatonya dari tahun ke tahun. Setiap kali diselenggarakan, pesertanya sangat banyak," ungkap Bunyamin.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Baznas DKI ingatkan warga hapus tato lebih sulit ketimbang memasangnya
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
