Logo Header Antaranews Jogja

Pemkab Gunungkidul menyalurkan gula-minyak goreng jaga stabilitas harga

Selasa, 24 Februari 2026 16:43 WIB
Image Print
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih secara simbolis menyerahkan bahan pokok pada Operasi Pasar di Gunungkidul. Selasa (24/2/2026) (ANTARA/Ho-Kominfo Gunungkidul)

Gunungkidul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar operasi pasar dengan menyalurkan gula pasir sebanyak 3.500 kg dan minyak goreng 6.500 kg guna menjaga stabilitas harga selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Operasi pasar ini memang dibutuhkan untuk membantu masyarakat, sehingga harga jual pun lebih rendah daripada harga eceran di pasaran," kata Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih usai memberikan secara simbolis bahan pokok kepada pedagang di Pasar Argosari, Gunungkidul, Selasa.

Menurut dia, operasi pasar bahan pokok ini juga sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mengendalikan fluktuasi harga yang sering terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat pada momentum hari besar keagamaan.

Selain itu, operasi pasar yang berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Bulog, dan Bank Indonesia (BI) ini sebuah keniscayaan dan kewajiban pemda dalam menjaga daya beli masyarakat serta mencegah terjadinya inflasi.

"Momentum seperti Ramadhan dan Lebaran seringkali memicu kenaikan harga jika permintaan tinggi namun pasokan barang terbatas," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan dalam operasi pasar ini disalurkan bahan pokok yang terdiri dari 3.500 kilogram gula pasir, dan sebanyak 6.500 liter minyak goreng.

Menurut dia, distribusi bahan pokok dilakukan melalui 40 pedagang yang tersebar di beberapa titik, antara lain Pasar Argosari, Pasar Semin, Pasar Ponjong, Pasar Wonosari dan Pasar Semanu.

"Harga yang ditawarkan dalam operasi ini dipastikan di bawah harga pasar, seperti gula pasir yang saat ini menyentuh harga Rp17.500 per kilogram di pasaran, dijual hanya seharga Rp15.500 melalui program ini," katanya.

Selain itu, minyak goreng yang disubsidi sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan selisih harga antara sebesar Rp2.000 hingga Rp2.500 lebih murah dari harga normal.

Menurut dia, untuk memastikan bantuan operasi pasar tepat sasaran bagi masyarakat prasejahtera, pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian.

Dengan demikian, setiap warga hanya diperbolehkan membeli maksimal dua kemasan atau dua liter. Hal ini untuk mencegah aksi borong oleh oknum yang berniat menjual kembali barang tersebut dengan harga tinggi di luar pasar.



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026