Logo Header Antaranews Jogja

Bulog DIY pastikan harga beras dan Minyakita stabil

Rabu, 25 Februari 2026 20:48 WIB
Image Print
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil DIY Dedi Aprilyadi memantau harga beras SPHP dan Minyakita di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta, Selasa (24/02/2026). ANTARA/HO-Bulog DIY

Yogyakarta (ANTARA) - Perum Bulog Kanwil Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita tetap stabil berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar di provinsi itu.

"Kami terus melakukan monitoring harga di pasar untuk memastikan harga pangan tetap terkendali, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil DIY Dedi Aprilyadi, di Yogyakarta, Selasa.

Berdasarkan hasil inspeksi di Pasar Prawirotaman, Kota Yogyakarta, ia menyebut beras SPHP dijual pada kisaran Rp60.000 hingga Rp62.000 per kemasan 5 kilogram (kg), sedangkan Minyakita sekitar Rp15.500 per liter.

Baca juga: Bulog Yogyakarta tetap aktif menyerap gabah petani di bulan Ramadhan

Mengacu pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), rata-rata harga beras medium di DIY tercatat Rp13.245 per kg dan Minyakita Rp15.560 per liter.

Harga tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sehingga tergolong aman dan terkendali.

Dedi menegaskan stok komoditas pangan yang dikuasai Bulog DIY dalam kondisi sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia memastikan distribusi beras SPHP dan Minyakita terus berjalan guna menjaga keseimbangan pasokan di pasar selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Baca juga: Stok MinyakKita diperkuat hingga 100.000 ton saat Ramadhan

Selain melakukan pemantauan harga, pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan, serta instansi terkait guna mencegah potensi spekulasi harga maupun gangguan distribusi.

Menurut Dedi upaya tersebut untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kondisi pasar tetap kondusif.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok yang dikuasai Bulog sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan," kata dia.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026