
Menhub menekankan kolaborasi lintas sektor kunci sukseskan angkutan Lebaran

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan, kolaborasi lintas sektor antara kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah menjadi kunci utama menjamin kelancaran, keselamatan, serta kenyamanan angkutan Lebaran 2026.
"Keberhasilan angkutan Lebaran sangat ditentukan oleh soliditas kerja sama lintas sektor sejak tahap perencanaan hingga pengendalian di lapangan," kata Menhub dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang diselenggarakan Kepolisian RI serta dihadiri berbagai instansi kementerian dan lembaga terkait di Jakarta, Senin.
Forum itu menjadi sarana koordinasi antar kementerian dan lembaga untuk memastikan seluruh aspek pelayanan, pengawasan, dan pengendalian transportasi selama periode angkutan Lebaran secara terintegrasi.
"Rapat lintas sektor ini kita laksanakan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kesiapsiagaan bersama menghadapi Angkutan Lebaran yang kompleks dan berisiko tinggi agar dapat berjalan lancar,” ujar Menhub.
Kemenhub sendiri, lanjut Menhub, akan berfokus pada pengaturan operasional transportasi, penyediaan kapasitas sarana prasarana, serta pengawasan keselamatan pada seluruh moda.
"Kemenhub pada kesempatan ini juga meminta kerja sama dari Kepolisian RI terkait pengamanan dan manajemen lalu lintas," ujar Dudy.
Menurut Dudy, kepolisian berperan dalam pengamanan, pengaturan dan rekayasa lalu lintas, serta penegakan hukum guna menjaga ketertiban dan keselamatan perjalanan masyarakat.
"Perlu antisipasi kepadatan pada simpul-simpul transportasi yang berpotensi sangat padat, khususnya pada simpul-simpul transportasi strategis seperti terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan akses jalan utama," tutur Menhub.
Langkah antisipatif yang diperlukan di antaranya, dengan manajemen lalu lintas kendaraan masuk dan keluar, serta memastikan kesiapan layanan angkutan umum atau feeder.
Lebih lanjut Menhub mengatakan, sinergi antara Kemenhub dan Kepolisian diwujudkan melalui koordinasi pengendalian arus, pengawasan operasional, dan pengamanan di titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan.
Kolaborasi itu memastikan kebijakan transportasi berjalan efektif dengan dukungan pengaturan lapangan yang responsif. Kemenhub juga menerapkan rencana operasi berbasis digital dalam pemantauan Angkutan Lebaran.
Pemantauan dilakukan melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, layanan pengaduan masyarakat, hingga informasi sebaran fasilitas pendukung secara kolaboratif antar lembaga.
Sistem pemantauan tersebut diperkuat dengan informasi cuaca dan peringatan dini serta pengawasan melalui ribuan CCTV yang bekerja sama dengan berbagai pihak.
Ia menyebutkan, secara total ada 7.159 titik pantauan CCTV, bekerja sama dengan BUMN dan swasta. Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari BMKG.
"Digitalisasi ini memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat dan akurat dalam mengendalikan pergerakan transportasi nasional," kata Menhub.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhub: Kolaborasi lintas sektor kunci sukseskan angkutan Lebaran
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
