Logo Header Antaranews Jogja

Malaysia dukung keketuaan RI di D-8, soroti isu UMKM

Selasa, 3 Maret 2026 20:37 WIB
Image Print
Ilustrasi-Presiden Prabowo Subianto (depan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kanan), Menko Polkam Budi Gunawan (kiri) dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kedua kiri) menyampaikan keterangan kepada media sebelum melakukan lawatan ke luar negeri di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusama, Jakarta, Selasa (17/12/2024). Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan serta menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D8 di Kairo, Mesir. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/Spt.

Jakarta (ANTARA) - Malaysia mengungkapkan dukungan penuh terhadap keketuaan Indonesia di organisasi Developing Eight (D-8) sembari mengharapkan perhatian lebih terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di negara anggota D-8.

Disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, Malaysia menjadikan penguatan perdagangan dan investasi, termasuk sektor UMKM, sebagai prioritas yang akan didorong pihaknya selama RI kepemimpinan D-8.

“Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain,” kata Dubes Hasrin dalam wawancara khusus bersama ANTARA di Jakarta, Selasa.

Malaysia senantiasa mendorong peningkatan dan investasi di antara negara anggota D-8 dengan mengoptimalkan kesepakatan perdagangan preferensial serta mendorong kolaborasi antara sektor bisnis negara D-8 melalui forum bisnis.

Pengembangan UMKM diketahui menjadi bagian salah satu dari lima prioritas kepemimpinan Indonesia di D-8, yaitu dalam aspek konektivitas dan ekonomi digital.

Prioritas lainnya yaitu integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, serta agenda reformasi internal organisasi D-8.

“Kami meyakini bahwa prioritas Indonesia adalah tepat dan sangat relevan,” kata Dubes.

Ia berharap D-8 membawa manfaat bagi ekonomi negara-negara anggotanya, supaya Malaysia dan negara-negara mitra di D-8 semakin berkembang.

Dubes Malaysia itu turut meyakini bahwa keberhasilan Indonesia mengetuai ASEAN pada 2023 menjadi jaminan bahwa Indonesia juga akan berhasil saat memegang kepemimpinan D-8 untuk periode 2026—2027.

“Malaysia akan memberikan dukungan terhadap keketuaan Indonesia untuk memastikan agar KTT tak hanya berhasil dilaksanakan, tapi supaya D-8 memberi jalan bagi anggotanya untuk bekerja sama meningkatkan ketahanan ekonomi anggotanya,” kata Dubes.

D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang dibentuk pada 1997 oleh delapan negara berkembang: Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi anggota ke-9 pada 2025.

Keketuaan Indonesia saat ini mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama" yang mendorong adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusifitas, dan ketahanan.

Indonesia akan menjadi tuan rumah KTT D-8 di Jakarta April mendatang.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia dukung keketuaan RI di D-8, minta perhatian isu UMKM



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026