
BPBD Bantul deteksi dua titik gerakan tanah yang mengancam rumah di Pajangan

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendeteksi adanya dua kejadian gerakan tanah yang mengancam sejumlah rumah penduduk di wilayah Kelurahan Triwidadi, Kecamatan Pajangan.
"Di wilayah Pajangan itu ada dua titik gerakan tanah, yang pertama di Gampeng Triwidadi itu gerakan tanah turun sekitar 1,5 meter, yang di atasnya terdapat satu rumah," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Selasa.
Menurut dia, satu rumah yang berada di atas gerakan tanah masih aman, struktur masih aman, sementara di bawahnya terdapat tiga rumah yang saat ini posisi tidak ada tambahan gerakan tanah.
"Akan tetapi kita sarankan dengan teman teman wilayah untuk dipantau dan diantisipasi. Karena yang di Gampeng itu mengancam satu rumah di atas dan di bawah ada tiga rumah," katanya.
Sementara di lokasi lainnya yaitu gerakan tanah di wilayah Guwo Triwidadi, yang daerahnya merupakan kompleks perumahan dengan sekitar 20 rumah, namun sudah tidak ditempati, dan penghuni telah mengungsi ke tempat asalnya.
"Karena di situ memang sudah membahayakan warga dan struktur bangunan sudah pada patah. Kemudian pihak pengembang juga masih punya tanggung jawab," katanya.
Bahkan pihak pengembang perumahan telah mengeluarkan ekskavator untuk melakukan perbaikan jalan dan akses fasilitas umum. Sebab, di lokasi terdampak gerakan tanah terdapat beberapa fasilitas umum.
Lebih lanjut dia mengatakan, sebenarnya gerakan tanah tidak hanya terjadi di dua lokasi tersebut, melainkan juga terjadi di beberapa titik lainnya, seperti gerakan tanah di wilayah Kelurahan Argosari dan Argorejo Kecamatan Sedayu.
"Itu semua baru pertama kali terjadi karena cuaca hujan yang terus menerus akhir-akhir ini. Kalau gerakan tanah yang di Kelurahan Argosari-Argorejo itu diduga karena dulu tanah timbunan, lalu ada faktor kurang pemadatan tanah," katanya.
Mujahid mengatakan, untuk penanganan gerakan tanah di Guwo Triwidadi saat ini masih perlu penelitian lagi lebih mendalam. Sebab, selain kontur tanah yang lokasinya di tebing, ternyata ada retakan tanah yang cukup memanjang.
"Kalau yang paling parah gerakan tanah di perumahan. Dan kalau melihat kondisi pergerakan tanah ini semua kita atensi tinggi," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
