
Lisa BLACKPINK syuting di Indonesia, Film "Ada K-Pop dalam Koplo" diam-diam ambil gambar di Korea Selatan

Yogyakarta (ANTARA) - Saat publik di Indonesia ramai membicarakan proses syuting film Korea Selatan yang dibintangi Lisa (BLACKPINK) bersama Ma Dong-seok di kawasan Jabodetabek, ternyata pada waktu yang hampir bersamaan kru film Indonesia “Ada K-Pop dalam Koplo” (AKDK) justru tengah melakukan proses produksi di Korea Selatan.
Aktivitas tersebut terungkap setelah sejumlah kru dan aktor film AKDK terlihat menghadiri acara buka bersama yang digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (7/3).
Film drama komedi berjudul Ada K-Pop dalam Koplo (AKDK) ini disutradarai oleh Arwin Tri Wardhana dan dibintangi sejumlah aktor ternama, di antaranya Ariyo Wahab, Indra Birowo, Elang El Gibran, serta Sheryl Jesslyn. Film ini juga menghadirkan special appearance dari Om Wawes.
Sutradara film AKDK, Arwin Tri Wardhana, menjelaskan bahwa proses syuting memang dilakukan di dua negara, yakni Indonesia dan Korea Selatan, sebagai bagian dari penguatan cerita yang mengangkat pertemuan dua budaya.
Menurut Arwin, film ini mengusung genre drama komedi yang mengangkat kisah akulturasi budaya Indonesia dan Korea Selatan dengan balutan musik koplo dan nuansa K-Pop.
“Film ini bercerita tentang seorang gadis yang berprofesi sebagai penyanyi dan tinggal di Korea Selatan. Dari situ kemudian muncul berbagai dinamika kehidupan yang mempertemukan budaya K-Pop dengan musik koplo yang sangat khas Indonesia,” ujar Arwin.
Ia menambahkan, sejumlah adegan penting memang diambil langsung di Korea Selatan untuk memberikan nuansa cerita yang lebih autentik.
Beberapa lokasi syuting di antaranya berada di jalanan Hongdae, tepi Sungai Hangang, serta kawasan Bandara Internasional Incheon.
Sedangkan di Indonesia, pengambilan gambar dilakukan di Dusun Tegal Senggotan, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul dan di Taman Budaya Embung Giwangan Kota Yogyakarta.
“Harapannya film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan bagaimana dua budaya yang berbeda bisa bertemu dan saling melengkapi,” katanya.
Executive Producer film AKDK, Danang Wicaksana Sulistya atau yang akrab disapa Danang Dancel, mengatakan proses produksi di Korea Selatan menjadi langkah penting untuk memperkuat atmosfer cerita yang menggabungkan dua budaya tersebut.
“Syuting di Korea menjadi bagian dari upaya kami menghadirkan cerita yang lebih autentik. Film ini mencoba mempertemukan semangat musik koplo Indonesia dengan fenomena K-Pop yang mendunia,” ujar Danang.
Selain proses produksi film yang tengah berjalan, original soundtrack film AKDK resmi dirilis pada Sabtu (7/3).
Lagu berjudul “Silul” yang dinyanyikan Om Wawes berkolaborasi dengan Guyon Waton tersebut menjadi soundtrack utama film Ada K-Pop dalam Koplo (AKDK).
Lagu “Silul” ciptaan Andry Priyanta ini menghadirkan nuansa musik yang memadukan sentuhan pop Jawa dengan koplo, sejalan dengan konsep film yang memadukan budaya Indonesia dan Korea.
Film Ada K-Pop dalam Koplo (AKDK) rencananya akan segera tayang di bioskop dan diharapkan menjadi tontonan segar yang menggabungkan humor, musik, serta kisah lintas budaya antara Indonesia dan Korea Selatan.
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
