
Mendikdasmen menyiapkan langkah pastikan KA tidak buat murid jadi malas

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti telah menyiapkan langkah guna memastikan pemanfaatan sekaligus pembelajaran kecerdasan artifisial (KA) tidak membuat para murid menjadi malas.
Ia mengatakan pihaknya siap mengkombinasikan kemajuan teknologi tersebut dengan metode pembelajaran konvensional atau tradisional.
“Kami akan mengkombinasikan itu dengan model pembelajaran yang dalam tanda petik konvensional atau tradisional,” kata Mendikdasmen Mu'ti usai menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang pedoman pemanfaatan dan pembelajaran teknologi digital serta kecerdasan artifisial (AI) dalam pendidikan di Kemenko PMK, Jakarta, Kamis.
Kombinasi itu, kata dia, salah satunya dengan menggalakkan kegiatan menulis dengan tulisan tangan tangan dalam aktivitas belajar mengajar, baik di dalam kelas maupun sebagai pekerjaan rumah (PR) para murid, seperti membuat resume setelah membaca satu buku atau menonton tayangan video materi pembelajaran.
“Kegiatan menulis itu kami aktifkan lagi sekarang. Jadi misalnya murid bisa nonton pembelajaran dengan IFP yang ada, nonton film atau pembelajaran dalam bentuk video dan tayangan lain, tapi mereka nanti membuat resume itu dengan tulisan tangan. Kami juga dorong untuk penugasannya membaca buku, tidak mengerjakan soal,” kata Mu'ti.
Ia menilai penggalakkan kembali kegiatan menulis dengan tulisan tangan dan bukan mengetik secara tidak langsung akan melatih motorik tangan sembari melatih kerja otak para murid dalam menyusun dan menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan.
“Sekarang mulai kami kembalikan ke arah yang seperti itu, sehingga kami kombinasikan antara penggunaan teknologi pembelajaran yang modern dengan sistem pembelajaran dalam tanda petik ya tradisional,” tegas Mu’ti.
Pada kesempatan sebelumnya, Mu'ti juga menegaskan kehadiran mata pelajaran (mapel) koding dan kecerdasan artifisial (AI) aman dan mendukung kegiatan belajar mengajar para murid, termasuk mereka yang masih berusia di bawah 16 tahun.
Ia menjamin kehadiran dua mata pelajaran tersebut bertujuan agar murid punya kemampuan dalam menggunakan koding maupun AI.
“Penggunaan koding dan AI di sekolah itu adalah untuk pertama memberikan skill-nya, kemampuan bagaimana menggunakan koding dan AI. Yang kedua adalah kepentingannya untuk menunjang kegiatan pembelajaran. Jadi bukan yang sangat terbuka,” kata Mu'ti.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendikdasmen siapkan langkah pastikan KA tidak buat murid jadi malas
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
