Logo Header Antaranews Jogja

Pemerintah menyiapkan 177 terminal dan rest area perlancar mudik Lebaran

Jumat, 13 Maret 2026 18:10 WIB
Image Print
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan. ANTARA/HO-Kemenhub

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan menyiapkan 177 terminal dan puluhan rest area di berbagai daerah untuk memperkuat layanan transportasi darat dan mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.

"Kami menyiapkan sarana dan prasarana angkutan jalan yang terdiri dari 177 Terminal yang terbagi 115 Tipe A dan 62 Tipe B, lalu 48 UPPKB (Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor) fungsional menjadi rest area," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Selain itu, Kementerian Perhubungan bersama Kementerian Agama bekerja sama dengan menjadikan 115 lokasi masjid dan fasilitas umum juga disarankan untuk menjadi titik istirahat sementara.

Selain dari UPPKB yang difungsikan menjadi rest area, katanya, pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan beberapa masjid menjadi rest area di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Semarang, Purworejo dan Kebumen.

Pemerintah juga menyediakan 401 bus mudik gratis yang memuat kapasitas sebanyak 15.834 penumpang dan 8 truk untuk mengangkut 240 sepeda motor dengan 34 kota tujuan meliputi Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera.

"Pendaftaran akan dimulai pada tanggal 1 Maret 2026," ujarnya.

Aan mengaku, dalam rangka mendukung penyelenggaraan angkutan Lebaran, pihaknya menyiapkan strategi untuk mengantisipasi pergerakan masyarakat khususnya yang menggunakan transportasi darat di periode tersebut.

Selain itu, untuk mendukung mobilisasi masyarakat, Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian PU menerbitkan Surat Keputusan Bersama yang mencakup pembatasan operasional angkutan barang.

Kemudian manajemen rekayasa lalu lintas berupa one way, contra flow dan ganjil-genap, serta pengaturan lalu lintas menuju dan di area pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk.

"Saat ini kami tengah proses sosialisasi kepada masyarakat," katanya.

Ia menegaskan, kebijakan pembatasan operasional angkutan barang dilakukan demi melindungi keselamatan jutaan masyarakat yang mudik dan memastikan perjalanan berlangsung lancar, aman, dan nyaman.

"Tujuannya bukan membatasi atau melarang usaha, tetapi mengatur agar mobilitas masyarakat dan distribusi barang sama-sama bisa berjalan dengan aman dan lancar selama arus mudik Lebaran," imbuh Aan.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Haris Muhammadun mengapresiasi pemerintah yang telah menyiapkan berbagai langkah positif dalam menghadapi angkutan Lebaran.

Menurutnya, langkah itu dilakukan untuk mengurai kemacetan juga memitigasi kecelakaan serta mengakomodasi pergerakan angkutan umum dan logistik.

“Lebih dari sekadar mobilitas, MTI memandang mudik 2026 sebagai momentum ekonomi strategis. Pergerakan 143,9 juta pemudik menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM di daerah tujuan,” katanya.

MTI juga mendorong pembentukan Satu Komando Pengendalian Angkutan Lebaran Nasional di bawah kendali Kementerian Perhubungan.

“Dengan kebijakan yang terintegrasi dan berbasis data, diharapkan perjalanan mudik tahun ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan yang aman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” katanya.

Sementara itu, Head of Researcher Lembaga Survei KedaiKOPI Ashma Nur Afifa mengatakan, program Mudik Gratis yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk oleh Kemenhub sangat dinanti dan ditunggu oleh masyarakat.

Hal itu diketahui melalui kuesioner yang disebarkan di internet. Kuisoner disebarkan pada 1.053 warga negara Indonesia berusia 17-55 tahun pada 26 Februari hingga 7 Maret 2026.

“Ketertarikan masyarakat terhadap program mudik gratis juga besar, di mana sekitar 53,3 persen responden berminat untuk mengikuti mudik gratis. Minat masyarakat terhadap program mudik gratis pun melonjak dari tahun lalu,” katanya.

Adapun survei KedaiKOPI pada tahun 2025 mencatat hanya 39 persen masyarakat yang berminat ikut program mudik gratis. Sehingga terdapat 10 persen lebih kenaikan orang yang berminat ikut mudik gratis tahun ini.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah siapkan 177 terminal dan rest area perlancar mudik Lebaran



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026