
Dinkes Bantul siapkan imunisasi campak antisipasi penyebaran kasus

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menyiapkan pelaksanaan imunisasi campak sebagai langkah antisipasi meluasnya penyebaran kasus penyakit tersebut di daerah itu.
Kepala Dinkes Bantul Agus Tri Widiyantara di Bantul, Jumat, mengatakan kasus campak di Bantul memang masih ada, bahkan pada 2026 sampai dengan pertengahan Maret telah ditemukan sebanyak 17 kasus campak.
"Kebetulan kami baru zoom meeting dengan teman-teman di puskesmas untuk antisipasi meluasnya kasus campak ini, karena di Kabupaten Bantul akan ada pelaksanaan imunisasi campak," katanya.
Menurut dia, imunisasi tersebut direncanakan khusus untuk mengendalikan kasus campak di Bantul yang pada tahun ini temuannya mengalami lonjakan dibanding dengan tahun 2025.
"Imunisasi campak yang khusus dilakukan karena adanya kasus lonjakan di 2026. Jadi, hari ini baru koordinasi dengan teman-teman puskesmas untuk teknis pelaksanaan imunisasi tersebut," katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto mengatakan kasus campak di Bantul hingga 12 Maret 2026, sebanyak 17 kasus, sementara sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 12 kasus.
"Memang kalau dibanding tahun 2025 ada peningkatan kasus campak, tetapi tidak ada kaitan secara epidemiologi, jadi bukan kejadian luar biasa (KLB), tapi memang ada peningkatan kasus yang kebetulan menyebar," katanya.
Dia mengatakan guna mencegah penularan kasus campak makin meluas, Dinkes Bantul akan melakukan imunisasi terbatas, dengan memberdayakan kader kesehatan yang ada di masing-masing puskesmas tingkat kecamatan.
"Nanti kita siapkan untuk imunisasi pada kelompok umur sembilan bulan sampai 59 bulan yang belum imunisasi campak kita imunisasi, sekarang sedang koordinasi. Teknisnya nanti di tingkat puskesmas," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
