Logo Header Antaranews Jogja

Korsel gelar rapat darurat menyusul peluncuran rudal balistik Korut

Minggu, 15 Maret 2026 09:00 WIB
Image Print
Korea Utara pada Selasa (7/1/2025) mengumumkan bahwa pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) baru yang dilengkapi hulu ledak hipersonik. Negara tersebut mengeklaim sistem senjata ini mampu secara andal mencegah ancaman dari rivalnya di kawasan Pasifik. /ANTARA/Anadolu/py

Seoul (ANTARA) - Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan yang berada di bawah naungan presiden mengelar pertemuan darurat menyusul peluncuran sedikitnya 10 rudal balistik Korea Utara ke Laut Jepang, kata administrasi kepresidenan pada Sabtu (14).

"Kantor Keamanan Nasional menilai dampak peluncuran ini terhadap keamanan nasional sekaligus meninjau langkah-langkah balasan yang diperlukan," demikian menurut pernyataan.

Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari Kementerian Pertahanan, Kepala Staf Gabungan, dan lembaga terkait lainnya. Disebutkan bahwa presiden mendapat informasi tentang situasi peluncuran rudal dan langkah-langkah yang diambil, tambah administrasi tersebut.

Pertemuan tersebut menekankan perlunya menjaga kesiapan latihan gabungan antara Korea Selatan dan AS Freedom Shield yang akan digelar pada 9-19 Maret, katanya.

Lebih lanjut Seoul menyatakan bahwa peluncuran rudal balistik Korea Utara dinilai telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.

Korea Selatan juga mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan tindakan tersebut.

Sumber: Sputnik



Pewarta :
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026