Pantau Balongan, BPH Migas pastikan suplai BBM-LPG cukup pada Lebaran

id BPH Migas, ESDM, kilang balongan, bbm, lpg, lebaran

Pantau Balongan, BPH Migas pastikan suplai BBM-LPG cukup pada Lebaran

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang juga Ketua Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Erika Retnowati mengunjungi Refinery Unit VI Balongan milik PT Pertamina (Persero) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (12/3/2026). ANTARA/HO-BPH Migas

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan pasokan energi untuk periode Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah mencukupi saat mengunjungi Refinery Unit VI Balongan milik PT Pertamina (Persero) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

"Pemerintah terus-menerus memastikan pasokan energi agar memadai dan andal pada saat Idul Fitri 2026," ujar Anggota Komite BPH Migas, yang juga Ketua Tim Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Erika Retnowati, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

Erika melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), serta pasokan listrik agar tetap terjaga selama masa mudik dan perayaan hari raya.

Baca juga: Selat Hormuz ditutup, Trump ancam serang fasilitas minyak Iran

Erika menyampaikan Kilang Balongan memiliki peran strategis dalam menyuplai berbagai produk BBM dan LPG untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Jawa Barat hingga Daerah Khusus Jakarta.

Pemerintah, kata Erika, bersama badan usaha juga terus meningkatkan cadangan BBM untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama masa mudik dan libur hari raya.

"Demikian juga dengan pasokan BBM. Cadangan BBM terus ditingkatkan oleh pemerintah dan juga dengan badan usaha penugasan. Posisi per hari ini untuk cadangan bensin itu mencapai 25 hari, dan bahkan untuk produk-produk tertentu seperti Pertadex itu, cadangannya mencapai 45 hari, dan untuk avtur yang dibutuhkan oleh masyarakat mencapai 37 hari," kata dia saat meninjau kilang tersebut, Kamis (12/3/2026).

Dengan kondisi tersebut, Erika menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama periode mudik dan perayaan Idul Fitri 2026.

Pemerintah terus memastikan distribusi energi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara aman dan andal.

Lebih lanjut, Erika menjelaskan bahwa sistem ketenagalistrikan nasional memiliki cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi kebutuhan listrik.

Baca juga: Ancaman krisis minyak, Prabowo perintahkan percepat transisi ke EBT

Kondisi tersebut menunjukkan sistem kelistrikan nasional berada dalam posisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri (Rafi) 2026.

"Untuk pasokan listrik, pada saat Idul Fitri nanti diperkirakan beban puncaknya akan mencapai 31.000 MW, sedangkan daya mampu pasoknya adalah 51.000 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 16.000 MW, dan itu adalah 48 persen dari keseluruhan pasokan," kata dia.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaeman juga menjelaskan bahwa kondisi pemenuhan kebutuhan energi, baik BBM, LPG, maupun minyak mentah (crude oil), pada periode Rafi 2026 berjalan baik dan berada dalam kondisi aman.

"Baik itu untuk crude oil, kemudian juga untuk stok BBM, LPG, semua tersedia dan masyarakat tidak perlu panik dengan kondisi saat ini. Dan, juga kita melakukan suatu inovasi-inovasi antara lain dengan pemanfaatan BBM yang optimal sesuai dengan kebutuhan," kata dia.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno, serta Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra.

Baca juga: Iran tegaskan kendali atas Selat Hormuz







Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pantau Balongan, BPH Migas pastikan suplai BBM-LPG cukup pada Lebaran

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.