
Menag ajak jadikan Idul Fitri momen perkuat empati & kepedulian sosial

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat empati dan kepedulian sosial.
Menurutnya, Ramadhan bukan hanya sekadar ritual menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang lebih peduli dan berempati.
“Puasa adalah proses mengasah kepekaan sosial. Di balik rasa lapar dan dahaga, tersimpan pesan kuat tentang empati kepada sesama dan kepedulian pada mereka yang kekurangan,” kata Menag Nasaruddin Umar dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Minggu.
Ia menjelaskan gema takbir yang berkumandang menandai berakhirnya Ramadhan, sekaligus menjadi simbol kemenangan spiritual yaitu kemampuan menjaga nilai-nilai Ramadhan sampai sebelas bulan mendatang.
“Kemenangan sejati bukanlah sekadar kembalinya kita pada rutinitas, tetapi keberhasilan menjaga nyala api kesalehan,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Ia juga mengingatkan Idul Fitri adalah momentum untuk menyemai kebaikan dan meraih keberkahan.
Baca juga: Menlu Iran ucapkan Idul Fitri untuk Indonesia dan Asia Tenggara
Baca juga: Sejumlah pengemudi ojek daring bangga bisa ikut Lebaran di Istana
Keberkahan, kata Menag, hanya hadir pada hati yang terbuka dan pada mereka yang aktif menebar manfaat bagi lingkungan sekitar.
Karena itu ia mengajak umat Islam untuk tidak membiarkan semangat Ramadhan berakhir seiring datangnya Idul Fitri.
Ia mengatakan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian yang telah dilatih selama Ramadhan harus terus dijaga dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT melimpahkan keberkahan, kedamaian, dan kerukunan bagi bangsa Indonesia,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ucapkan selamat Idul Fitri, Menag: Semangat Ramadhan jangan berakhir
Pewarta : Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
