Logo Header Antaranews Jogja

BPBD Bantul imbau masyarakat waspadai kejadian dampak cuaca ekstrem

Sabtu, 28 Maret 2026 12:53 WIB
Image Print
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau masyarakat daerah ini mewaspadai kejadian dampak cuaca ekstrem, berupa hujan disertai angin kencang, yang berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

"Waspadai kejadian dampak cuaca ekstrem, seperti angin kencang, bisa disertai petir, atau angin puting beliung, pohon tumbang, baliho tumbang dan sejenisnya," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Sabtu.

Ia mengingatkan masyarakat menghindari area beresiko atau menjauhi pohon besar, papan reklame, dan bangunan rapuh saat ada angin kencang.

Bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan lereng bukit agar mewaspadai banjir dan longsor, dengan meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi hujan tanpa henti selama satu jam.

"Apabila di rumah demi keamanan listrik, maka cabut perangkat elektronik jika petir mulai mendekat dan segera matikan aliran listrik, jika air mulai masuk ke dalam rumah," katanya.

Baca juga: BNPB: 36 ribu huntap dibangun untuk korban bencana banjir Sumatera

Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta BMKG Feriomex Hutagalung dalam siaran pers menyatakan warga agar waspada potensi cuaca ekstrem di DIY periode 28-30 Maret 2026, karena adanya Siklon Tropis Narelle di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Australia.

Fenomena itu menyebabkan pembentukan wilayah konvergensi (pumpunan massa udara) dan Shearline (belokan angin) sepanjang Pulau Jawa, kelembapan udara di lapisan 1,5-3 km berkisar 70-95 persen, serta didukung aktifnya gelombang equatorial rossby.

Kondisi tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca di wilayah DIY, sehingga masyarakat agar waspada potensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo dan Gunungkidul.

Atas kondisi tersebut, BMKG memberikan rekomendasi masyarakat diharap tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah DIY, dan memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.

"Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru," katanya.


Baca juga: Pemkab Bantul antisipasi dampak cuaca ekstrem selama libur Lebaran

Baca juga: BMKG minta masyarakat DIY waspadai cuaca ekstrem dampak bibit siklon 90S



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026