Logo Header Antaranews Jogja

BPBD Bantul identifikasi wilayah rawan kekeringan dampak musim kemarau

Selasa, 31 Maret 2026 20:08 WIB
Image Print
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Mujahid Amrudin. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta telah melakukan identifikasi terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan atau kesulitan air dampak musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Selasa, mengatakan dari hasil identifikasi dan pemetaan lokasi rawan kekeringan, setidaknya ada tujuh wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan dampak musim kemarau 2026, yang diprediksi lebih kering dibanding 2025.

"Titik-titik rawan kekeringan tersebut ada di wilayah Kapanewon (Kecamatan) Piyungan, Dlingo, Imogiri, Sanden, Srandakan, dan Kasihan. Wilayahnya sudah kami petakan, mana saja lokasinya," katanya.

Menurut dia, sebagai langkah antisipasi, BPBD Bantul akan melakukan sosialisasi kepada warga di lokasi tersebut terkait proses droping atau distribusi air bersih apabila nantinya masyarakat membutuhkan dan mengajukan permohonan.

Selain itu, kata dia, BPBD Bantul melalui forum pengurangan risiko bencana juga akan mengaktifkan relawan kebencanaan di masing-masing kalurahan atau desa.

"Nanti kami sosialisasi maupun kemungkinan droping air. Kami juga akan berkoordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) yang ada di tiap kelurahan," katanya.

Dia mengatakan guna semakin memantapkan persiapan dampak kemarau, BPBD Bantul akan melakukan sinergi lintas sektor, seperti dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana), PMI (Palang Merah Indonesia) dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Sementara itu, terkait wilayah Srandakan Bantul Mujahid mengatakan faktor utama kekeringan berada di sekitar jebolnya groundsill atau dam sungai di Srandakan. Pembangunan yang belum tuntas, menyebabkan warga sekitar kesulitan mendapatkan akses air bersih.

"Groundsill di sungai Progo itu kan belum selesai dibangun. Sehingga, kemungkinan penduduk di sekitar jembatan itu akan mengalami kekeringan saat musim kemarau," katanya.



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026