Gegana Polda DIY sterilisasi gereja di Bantul pastikan keamanan Paskah

id Polres Bantul ,Sterilisasi gereja ,Keamanan Paskah

Gegana Polda DIY sterilisasi gereja di Bantul pastikan keamanan Paskah

Sterilisasi gereja di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/HO-Humas Polres Bantul

Bantul (ANTARA) - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggandeng Tim Gegana Satbrimob Kepolisian Daerah (Polda) DIY untuk melakukan sterilisasi menyeluruh di sejumlah gereja daerah tersebut guna memastikan keamanan perayaan Paskah 2026.

"Kami mengerahkan personel terbaik bersama Tim Gegana Brimob Polda DIY guna memastikan seluruh lokasi ibadah dalam kondisi steril dan aman dari ancaman bahan peledak maupun zat kimia berbahaya lainnya," kata Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto dalam keterangan di Bantul, Kamis.

Menurut dia, langkah ini merupakan prosedur tetap untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Karena pihaknya tidak ingin kecolongan terhadap potensi gangguan keamanan sekecil apa pun selama rangkaian ibadah berlangsung.

Meski demikian, kata dia, pengamanan tidak hanya berhenti pada proses sterilisasi gereja saja. Namun, personel gabungan akan terus bersiaga di setiap lokasi untuk mengawal jalannya ibadah dari awal hingga selesai.

"Komitmen kami adalah menjamin kemerdekaan setiap warga negara dalam beribadah dengan tenang. Petugas akan berjaga di lokasi selama rangkaian Paskah guna memantau situasi secara real-time dan memberikan perlindungan maksimal bagi jemaat," katanya.

Baca juga: Sambut Libur Long Weekend Jumat Agung dan Paskah, KAI Daop 6 Yogyakarta kerahkan 7 KA tambahan

Baca juga: Presiden dijadwalkan hadiri perayaan Paskah Nasional di Manado

Adapun sterilisasi menyeluruh yang dipimpin Ipda Hanang Setyawan selaku Panit 1 Subden 2 Den Gegana Satbrimobda DIY di sejumlah gereja besar di Bantul pada Rabu (1/4) itu menyasar gereja-gereja dengan basis jemaat besar yang tersebar di beberapa titik strategis.

Fokus utama pengamanan meliputi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Gereja Santo Yakobus Klodran, Gereja Santo Paulus Pringgolayan, Gereja Salib Suci Kasihan, serta Gereja Santo Theresia Gubug Sedayu.

Bersama tujuh personel ahli lainnya, tim melakukan inspeksi mendalam menggunakan berbagai peralatan khusus mulai dari mirror, metal detector, XTS, hingga alat pendeteksi bahan kimia berbahaya seperti Red Eyex dan Chempro.

Kapolres mengatakan, berdasarkan laporan dari tim di lapangan, proses sterilisasi di berbagai gereja besar, petugas tidak menemukan adanya bahan kimia radioaktif berbahaya maupun benda yang mengarah pada bahan peledak atau bom.

"Dengan selesainya tahap sterilisasi tersebut, maka gereja-gereja di Bantul dinyatakan siap untuk menyambut jemaat dalam merayakan Hari Raya Paskah 2026," katanya.

Baca juga: Menag sebut hari raya Nyepi, Idul Fitri, dan Paskah momen perkuat persaudaraan

Baca juga: Kisah menyentuh detik terakhir Paus Fransiskus

Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.