BPBD siagakan tujuh damkar antisipasi potensi kebakaran musim kemarau

id BPBD Bantul ,Armada damkar ,Antisipasi kemarau

BPBD siagakan tujuh damkar antisipasi potensi kebakaran musim kemarau

Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. ANTARA/Hery Sidik

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyiagakan tujuh armada pemadam kebakaran (damkar) sebagai antisipasi penanganan kejadian kebakaran yang berpotensi terjadi pada musim kemarau 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Jumat, mengatakan, musim kemarau tahun 2026 diprediksi lebih kering dari kondisi normal, sehingga potensi kebakaran semakin meningkat, sehingga baik armada dan personel damkar perlu disiagakan.

"Pada prinsipnya tujuh mobil pemadam kebakaran yang ada kami pastikan dalam kondisi siap. Kemudian teman-teman personel pemadam juga kami siagakan selama 24 jam," katanya.

Dengan demikian, kata dia, jika ada laporan kejadian kebakaran, maka personel dengan armada yang tersebar di tujuh pos damkar wilayah Bantul akan segera merespons dan mendatangi lokasi kejadian untuk penanganan api.

Mujahid mengatakan, BPBD Bantul juga akan menjalin koordinasi dengan para relawan di masing masing kelurahan, agar proses penanganan kebakaran dalam wilayah manajemen kebakaran bisa dilakukan dengan bantuan masyarakat.

"Kami berkoordinasi dengan forum pengurangan risiko bencana (FPRB) di tiap kelurahan dan juga relawan pemadam kebakaran (Redkar). Akan kami aktifkan agar bisa bekerja sama dalam penanganan kebakaran," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, BPBD Bantul juga bersinergi dengan pemangku kepentingan setempat untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan mitigasi kebakaran kepada masyarakat.

Selain itu, kata dia, imbauan kepada masyarakat mengenai potensi kebakaran juga digencarkan lewat sosial media.

"Kami akan buat surat edaran kepada panewu (camat) dan lurah, agar mengadakan edukasi dan sosialisasi ke masing-masing wilayah hingga di tingkat RT dan komunitas. Kami juga membuat konten-konten imbauan terkait hal itu," katanya.

Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.