Logo Header Antaranews Jogja

Tiga personel TNI terluka akibat ledakan di fasilitas PBB di Lebanon, Jumat sore

Jumat, 3 April 2026 23:54 WIB
Image Print
Arsip - Prajurit dari Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) menghadiri upacara peringatan Hari Internasional Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di Naqoura, Lebanon, 29 Mei 2025. (Xinhua/Ali Hashisho)

Jakarta (ANTARA) - Tiga personel TNI yang tergabung dalam Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) terluka akibat ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Lebanon selatan, Jumat (3/4) sore.

"Sore ini, sebuah ledakan di fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius," kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel dalam pernyataan yang disampaikan Pusat Informasi PBB di Indonesia (UNIC).

Ketiga personel asal Indonesia tersebut telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut," kata Ardiel.

Ia menyebut pekan ini sebagai masa sulit bagi pasukan penjaga perdamaian di wilayah operasi UNIFIL.

Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh korban segera pulih.

UNIFIL mengingatkan semua pihak untuk memastikan keselamatan personel penjaga perdamaian dan menghindari aktivitas tempur di sekitar area operasi.

Insiden terbaru ini menambah duka bagi Indonesia yang sebelumnya kehilangan tiga personel di Lebanon.

Praka Farizal Rhomadhon gugur akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Sehari kemudian, dua personel Indonesia lainnya, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam serangan terhadap konvoi yang mereka kawal.

Hingga kini belum dipastikan siapa yang bertanggung jawab atas gugurnya ketiga anggota pasukan penjaga perdamaian tersebut.

Pada Kamis, PBB memastikan bahwa penyelidikan sedang berlangsung dan hasilnya akan diumumkan dalam waktu dekat.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026