
Bupati Bantul: Pemerintah jemput bola dalam pencegahan penularan tuberkulosis

Gunungkidul (ANTARA) - Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyatakan jajaran pemerintah pusat hingga daerah harus memiliki inisiatif dalam menangani kasus penyakit, di antaranya dengan jemput bola atau mendatangi masyarakat dalam pencegahan tuberkulosis (TB).
"Pemerintah tidak boleh menunggu rakyat datang berobat, justru dalam acara-acara seperti yang diinisiasi puskesmas ini, kita menunjukkan bahwa pemerintah yang harus aktif mendatangi, mendeteksi, dan merangkul masyarakat agar mau memeriksakan kesehatannya," katanya saat meninjau Puskesmas Karangmojo II di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, gerakan serentak di 32 puskesmas di Gunungkidul dalam melakukan pemeriksaan tuberkulosis bagi masyarakat ini membuktikan kesiapan fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut dalam memutus rantai penularan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah memberi apresiasi atas inisiatif puskesmas dalam menyelenggarakan edukasi dan skrining TB secara mandiri. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia Tahun 2026.
"Manfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di puskesmas terdekat tanpa rasa takut, mengingat deteksi dini penyakit adalah kunci kesembuhan total," katanya.
Dia mengatakan target sehat pada 2030 yaitu sinergi antara pemerintah daerah yang turun ke lapangan dan program kerja puskesmas menjadi modal utama Kabupaten Gunungkidul menuju eliminasi TB pada 2030.
Melalui peninjauan ini, Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk terus mendampingi program-program kesehatan masyarakat dan memastikan tidak ada warga yang terlewat dalam mendapatkan akses pengobatan TBC yang berkualitas dan gratis.
"Kehadiran ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral sekaligus memastikan pelayanan deteksi dini penyakit menular tersebut berjalan optimal di tingkat akar rumput," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
