
Lemhannas minta pemerintah jamin keselamatan prajurit TNI di Lebanon

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI meminta pemerintah menjamin keamanan prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily, mengatakan, personel TNI harus mendapatkan kepastian keamanan demi kesuksesan tugas dalam mengemban misi perdamaian di Lebanon.
"Saya kira dipastikan bahwa para prajurit kita dapat terjaga keselamatannya, dan saya kira pemerintah Indonesia terus melakukan evaluasi," kata Ace saat jumpa pers di Kantor Lemhannas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Menurut Ace, Indonesia sudah cukup terhormat mendapatkan kesempatan dari PBB untuk mengambil peran dalam menciptakan perdamaian di Lebanon.
Baca juga: Hizbullah Lebanon lancarkan 72 serangan ke Israel dalam sehari
Baca juga: Prancis mengirimkan 39 kendaraan lapis baja ke Lebanon
Kesempatan itu pun telah dijalankan dengan baik, terbukti dari keberhasilan TNI selama ini dalam menjalankan tugas perdamaian di Lebanon.
Namun berkaca dari gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon beberapa waktu lalu, Ace menilai pemerintah harus mengevaluasi keterlibatan TNI di satuan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Ace juga mendorong pemerintah untuk bersikap tegas terhadap hasil investigasi PBB terkait serangan yang mengakibatkan gugurnya prajurit TNI itu.
Dengan upaya evaluasi yang menyeluruh, Ace meyakini pemerintah akan mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk keselamatan prajurit sekaligus keberlangsungan misi perdamaian di Lebanon.
"Pada prinsipnya kami di Lemhannas menginginkan supaya pastikan bahwa keselamatan para penjaga keamanan itu betul-betul terjamin," jelas Ace.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lemhannas minta pemerintah jamin keselamatan prajurit TNI di Lebanon
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
