Logo Header Antaranews Jogja

UNICEF: Serangan Israel di Lebanon berdampak buruk pada anak

Sabtu, 11 April 2026 20:10 WIB
Image Print
Anak-anak berusaha melindungi diri dari debu dan asap yang mengepul dari reruntuhan akibat serangan udara Israel yang menargetkan kawasan Corniche al-Mazraa di ibu kota Beirut, Lebanon, pada 10 April 2026. Akibat serangan tersebut, satu bangunan hancur total, sementara bangunan di sekitarnya juga mengalami kerusakan parah. ANTARA/Murat Şengül/Anadolu/pri. (ANTARA/Murat Şengül/Anadolu/pri)

New York (ANTARA) - UNICEF pada Jumat (10/4) memperingatkan bahwa meningkatnya serangan Israel di Lebanon terus menimbulkan dampak yang merusak dan tidak manusiawi bagi anak-anak.

Badan PBB itu menyebut serangan udara Israel pada Rabu menewaskan 33 anak dan melukai 153 lainnya, menurut laporan.

Jumlah total anak yang tewas atau terluka mencapai sekitar 600 sejak eskalasi kembali terjadi pada 2 Maret.

UNICEF menyatakan anak-anak masih dievakuasi dari bawah puing-puing, sementara lainnya hilang atau terpisah dari keluarga.

Lembaga itu juga menyoroti trauma psikologis di kalangan anak-anak yang kehilangan orang terkasih, rumah, dan rasa aman.

Lebih dari 1 juta orang mengungsi di Lebanon, termasuk sekitar 390.000 anak, banyak di antaranya mengungsi berulang kali.

UNICEF menyebut pihaknya memperluas respons darurat di Beirut, termasuk layanan medis, distribusi bantuan, serta dukungan bagi anak-anak melalui tim mobile dan fasilitas kesehatan.

UNICEF memperingatkan bahwa aksi militer yang berlanjut dapat mengganggu upaya gencatan senjata dan stabilitas jangka panjang, serta mendesak perlindungan lebih kuat bagi warga sipil, terutama anak-anak.

Sumber: WAFA



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNICEF: Serangan Israel di Lebanon berdampak buruk pada anak



Pewarta :
Editor: Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026