Logo Header Antaranews Jogja

DPAD DIY dorong budaya baca lewat inovasi perpustakaan digital "Titik Baca"

Senin, 13 April 2026 21:03 WIB
Image Print
Peserta sosialisasi bersama-sama mengucapkan slogan salam literasi yang dipandu narasumber pada sosialisasi program perpustakaan digital “Titik Baca” oleh DPAD DIY di TKIT Omah Lintang, Banguntapan, Bantul, Senin (13/4/2026). ANTARA/Sayyida Nafisa

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus mendorong peningkatan budaya literasi melalui pengembangan perpustakaan berbasis digital berupa "Titik Baca".

"Kehadiran Titik Baca menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan minat baca masyarakat di tengah perkembangan teknologi," kata Kepala Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Informasi DPAD DIY Dewi Ambarwati pada sosialisasi Titik Baca di TKIT Omah Lintang, Banguntapan, Bantul, Senin.

Menurut dia, program Titik Baca ini sebagai bagian dari upaya mempermudah akses masyarakat terhadap bahan bacaan.

"Hari ini kami sudah mengadakan sosialisasi titik baca yang dipasang di PAUD-TKIT Omah Lintang. Tadi banyak yang langsung mengakses melalui QR Code. Ini merupakan upaya kami dalam meningkatkan minat dan budaya baca serta mempermudah akses masyarakat akan koleksi buku," katanya.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat serta diperluas jangkauannya di seluruh wilayah DIY pada tahun ini.

Wakil Ketua Komisi C DPRD DIY Amir Syarifudin menilai program tersebut sebagai inovasi baru yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya dalam mengarahkan pemanfaatan ponsel ke aktivitas yang lebih produktif.

"Program ini adalah program baru yang bisa kita berikan kepada generasi untuk mengapresiasi penggunaan ponsel untuk membaca," katanya.

Amir juga mendorong pemerintah pusat untuk memberikan perhatian lebih terhadap sektor pendidikan, termasuk dengan mempertimbangkan kebijakan penghapusan pajak buku bagi siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Koordinator Unit Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Sukirno menyoroti masih rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia dibandingkan negara maju.

Ia menyebut sejumlah faktor yang memengaruhi, antara lain keterbatasan akses buku, kondisi ekonomi, hingga distraksi digital. "Akses buku tidak merata di masyarakat kita, hanya terbatas di kota-kota besar," katanya.

Ia mengatakan penguatan literasi perlu didukung oleh berbagai elemen, mulai dari sekolah, lingkungan hingga kebijakan pemerintah.

Direktur Utama PT Enam Kubuku Indonesia Ari Kustanto selaku pengembang perpustakaan digital mengatakan inovasi titik baca menjadi salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan akses bacaan digital yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

"Cukup dengan memindai QR Code, masyarakat sudah bisa langsung mengakses berbagai buku digital, video kurasi, hingga informasi literasi lainnya," katanya.

Menurut dia, konten yang tersedia telah melalui proses kurasi, sehingga aman dan ramah bagi anak-anak, pengguna juga dapat menikmati fitur tambahan seperti radio streaming dan informasi berbasis literasi.

"Inovasi terbaru dari DPAD DIY ini konsepnya adalah mendekatkan bahan bacaan digital kepada masyarakat. Diletakkan di berbagai tempat dan nantinya ada di 46 titik di Bantul," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: DPAD DIY dorong budaya baca lewat perpustakaan digital "Titik Baca"



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026