
BPBD Bantul memetakan wilayah rawan kekeringan antisipasi El Nino

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta memetakan wilayah rawan kekeringan sebagai langkah antisipasi dampak fenomena El Nino "Godzilla".
"Sebagai antisipasi dampak El Nino Godzilla pada musim kemarau 2026, kami sedang mendata titik-titik rawan mana yang nantinya ada potensi kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amirudin di Bantul, Rabu.
Dia mengatakan, BPBD telah memiliki data wilayah rawan kekeringan tahun sebelumnya, namun perlu diperbarui mengingat musim kemarau 2026 diprediksi lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Sambil melakukan pendataan, kata dia, BPBD Bantul juga mulai menyiagakan personel maupun armada jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penyaluran air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
"Kami menyiagakan personel, peralatan, dan jadwal piket sebagai langkah antisipasi," katanya.
Kendati demikian, kata dia, sejauh ini di wilayah Bantul belum ada laporan wilayah yang mengalami kekeringan atau kesulitan air bersih, karena pada April ini masih turun hujan, dan belum sepenuhnya memasuki musim kemarau.
"Karena ini masih akhir musim hujan, biasanya kekurangan air itu di bulan Mei-Juni. Tapi kami sudah melakukan persiapan, Juni nanti personel dan armada siap memantau titik titik rawan," katanya.
Ia mengatakan Bupati Bantul telah menerbitkan surat edaran terkait antisipasi dampak El Nino dan simulasi evakuasi mandiri dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) sebagai pedoman bagi pemangku kepentingan.
"Hari ini kita adakan kick off sarasehan mengantisipasi El Nino dengan mengundang perguruan tinggi, desa, kecamatan, dan semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk kita ajak bersama mempersiapkan dampak El Nino Godzilla," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
