Logo Header Antaranews Jogja

KPK memanggil pegawai Bea Cukai berinisial EPW dan AS

Jumat, 17 April 2026 14:14 WIB
Image Print
Tersangka kasus dugaan suap importasi di Ditjen Bea Cukai Sisprian Subiaksono menutupi wajahnya usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (26/3/2026). KPK melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap mantan Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai tersebut dalam perkara suap importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar

Jakarta (ANTARA) - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan berinisial EPW dan AS sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Bea Cukai.

"Pemeriksaan atas nama EPW dan AS selaku aparatur sipil negara pada Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan pemeriksaan terhadap EPW dan AS diagendakan bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.

Dalam operasi tersebut, salah satu pihak yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat Rizal.

Sehari kemudian, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang diamankan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang tiruan di lingkungan Bea Cukai.

Mereka yakni Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024–Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).

Selain itu, KPK juga menetapkan pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK) sebagai tersangka.

Pada 26 Februari 2026, KPK kembali menetapkan tersangka baru, yakni Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Budiman Bayu Prasojo (BBP).

Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, KPK mengungkapkan tengah mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai, antara lain setelah penyitaan uang tunai Rp5,19 miliar dalam lima koper dari sebuah rumah di Ciputat, Tangerang Selatan, yang diduga terkait dengan perkara tersebut.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026