
Komitmen jaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api, Ini gebrakan yang telah dilakukan Daop 6 Yogyakarta

Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya di sepanjang Triwulan I Tahun 2026 melalui berbagai program dan aksi nyata di lapangan dalam upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman dan tertib.
Selama periode Januari hingga Maret 2026, Daop 6 Yogyakarta telah melaksanakan sejumlah langkah strategis dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di wilayah perlintasan sebidang yang menjadi salah satu titik rawan.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah penutupan perlintasan sebidang liar maupun tidak terjaga sebanyak 3 titik, yakni pada lintas Solo Kota–Sukoharjo KM 6+2/3 serta lintas Sukoharjo–Pasarnguter di KM 17+7/8 dan KM 17+8/9. Penutupan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meminimalisir potensi kecelakaan serta meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
Selain itu, Daop 6 juga secara aktif menggencarkan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Hingga Triwulan I 2026, tercatat sebanyak 217 kegiatan sosialisasi telah dilaksanakan, yang terdiri dari 212 kegiatan di perlintasan sebidang dan 5 kegiatan di sekolah serta lingkungan masyarakat. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di sekitar jalur kereta api.
Tak hanya itu, dalam memberikan pemahaman dan penyampaian informasi keselamatan secara langsung di lapangan, Daop 6 juga telah memasang perangkat pengeras suara atau audio imbauan keselamatan di 9 titik perlintasan Daop 6 Yogyakarta, yaitu di JPL 736, 739, 3A, 352, 351, 320, 316, 350, dan 349. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini kepada pengguna jalan agar tertib mematuhi rambu-rambu dan lebih waspada saat berada di perlintasan kereta api.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional perkeretaapian.
“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui berbagai upaya seperti penutupan perlintasan tidak resmi, peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan perangkat imbauan keselamatan, serta pembinaan berkelanjutan kepada petugas di lapangan, kami berharap dapat terus menekan potensi kecelakaan dan meningkatkan budaya keselamatan di lingkungan perkeretaapian. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut berperan aktif dengan disiplin mematuhi rambu dan aturan saat melintas di perlintasan sebidang demi keselamatan bersama,” ujar Feni.
Feni menambahkan, peningkatan kompetensi petugas penjaga perlintasan (PJL) juga menjadi perhatian utama. Hingga Triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan pembinaan PJL hingga angkatan ke-7 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menjaga keselamatan di perlintasan. Tidak hanya kepada para petugas PJL yang dikelola KAI tapi juga berkolaborasi dengan para petugas di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan di berbagai titik.
Jajaran manajemen Daop 6 Yogyakarta juga secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan setiap bulannya melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur serta memberikan pembinaan secara langsung guna meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan di lapangan.
KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan berbagai aspek keselamatan secara berkelanjutan, sejalan dengan upaya menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan serta masyarakat.
Pewarta : SP
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
