Logo Header Antaranews Jogja

Klinik Korpagama UGM perkuat Prolanis melalui program Sekolah Lansia

Sabtu, 18 April 2026 07:01 WIB
Image Print
Sejumlah peserta Prolanis mengikuti senam tongkat di Klinik Keluarga Korpagama UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (15/4). Senam tersebut menjadi salah satu aktivitas fisik untuk membantu mengontrol tekanan darah sekaligus menjaga kebugaran bagi peserta dengan riwayat hipertensi. ANTARA/ Aufa Ulya Fithrin

Yogyakarta (ANTARA) - Klinik Korpagama Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dengan menghadirkan Sekolah Lansia bertajuk “Pawiatan Mulia” sebagai upaya mendorong pemberdayaan dan peningkatan kualitas hidup peserta lanjut usia.

Dokter Klinik Korpagama UGM, Silvia Hari Prastiwi, menyampaikan bahwa jumlah peserta Prolanis di klinik Korpagama UGM mencapai 408 orang, yang sebagian di antaranya aktif mengikuti kegiatan Sekolah Lansia.

“Program Pawiatan Mulia ini biasanya dilakukan setiap hari Selasa di minggu pertama setiap bulan. Tujuan dengan adanya program ini adalah kami ingin membangun suatu komunitas yang memang bersifat positif agar peserta prolanis itu dapat berbagi ilmu,” kata Silvia saat ditemui, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan bahwa dalam setiap kegiatan, pihak klinik menghadirkan narasumber dari jejaring maupun rumah sakit mitra untuk memberikan edukasi kesehatan serta ruang diskusi bagi peserta.

Menurut dia program tersebut tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mendorong pemberdayaan lansia agar mampu memahami kondisi kesehatannya secara mandiri.

“Apabila lansia itu paham terhadap sakitnya, kemungkinan besar akan membantu kita sebagai dokter spesialis kedokteran keluarga layanan primer dalam mengelola penyakit kronisnya. Sehingga pasien itu berdaya, dia tidak memiliki angka kesakitan atau tidak memiliki komplikasi baru di masa mendatang,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan empat pilar gaya hidup sehat, yakni pola makan, pola tidur, manajemen stres, dan aktivitas fisik.

“Keempat pilar tersebut sangat penting karena menjadi dasar dalam menjaga kesehatan. Selain itu, pilar tersebut juga berperan dalam mengendalikan penyakit kronis,” katanya.

Dalam penanganan kasus yang lebih kompleks, lanjut dia, dokter juga melakukan pendekatan menyeluruh mencakup aspek psikologis, sosial, kultural, hingga spiritual, serta melibatkan dukungan komunitas maupun lintas sektor jika diperlukan.

Melalui berbagai upaya tersebut, Klinik Korpagama UGM berharap seluruh peserta Prolanis dapat menjadi individu yang berdaya dan mampu mengontrol kondisi kesehatannya secara mandiri.

“Dengan begitu, kualitas hidup peserta dapat meningkat. Keberlangsungan hidupnya menjadi lebih baik,” tutup Silvia.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman Irfan Qadarusman menyampaikan penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak hanya fokus pada layanan kesehatan bagi peserta JKN yang sakit, tetapi juga mencakup upaya promotif dan preventif bagi peserta JKN yang sehat. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pengelolaan Prolanis.

Prolanis merupakan program BPJS Kesehatan yang dilaksanakan secara proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi dengan melibatkan peserta JKN, bekerja sama dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk menjaga kondisi kesehatan peserta JKN, khususnya bagi penderita penyakit kronis. Salah satu aktivitas rutin dalam program ini adalah senam Prolanis dan edukasi yang diselenggarakan oleh FKTP dan diikuti oleh peserta JKN yang tergabung dalam klub senam Prolanis, seperti yang dilaksanakan di Klinik Korpagama UGM.

“Dengan adanya senam Prolanis ini, diharapkan masyarakat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk merawat kesehatannya serta mampu menurunkan risiko komplikasi dari penyakit yang diderita,” ujar Irfan.

Selain itu, Irfan mengaku antusias dan bangga terhadap program unggulan Sekolah Lansia yang diselenggarakan oleh Klinik Korpagama UGM. Menurutnya, program tersebut menjadi inovasi yang positif dalam mendukung peningkatan kualitas hidup peserta, khususnya lansia.

Ia juga berharap para peserta, terutama penderita diabetes melitus dan hipertensi, dapat menjaga kualitas hidup, mencegah komplikasi, serta tetap aktif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Menurutnya, program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlangsungan Program JKN.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026