Logo Header Antaranews Jogja

Rawat inap ringan, Sri rasakan manfaat JKN

Senin, 20 April 2026 11:12 WIB
Image Print
Sri Sunardijati, peserta Program JKN saat ditemui di Yogyakarta, Rabu (15/4). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan

Yogyakarta (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Yogyakarta melalui kemudahan akses layanan kesehatan serta penjaminan biaya pengobatan hingga puluhan juta rupiah seperti yang dirasakan Sri Sunardijati.

Sri yang telah menjadi peserta sejak masa PT. Askes mengaku sudah beberapa kali menjalani rawat inap menggunakan JKN, terutama akibat gangguan lambung atau gerd yang dideritanya.

“Iya betul, pernah rawat inap beberapa kali. Mungkin sekitar empat atau lima kali saya rawat inap karena gerd. Sejak masih kerja memang sudah ada sakit ini, tetapi sering rawat inap setelah masuk pensiun," katanya, di Yogyakarta, Rabu (15/4).

Ia mengakui besarnya manfaat Program JKN, karena sebelumnya dirinya harus mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk biaya operasi anaknya karena tidak memanfaatkan penjaminan layanan kesehatan negara tersebut.

“Waktu itu anak saya sempat operasi hernia dan itu tanpa JKN. Ternyata biayanya sampai 40 juta. Jadi memang terasa sekali bedanya antara menggunakan JKN dengan tidak menggunakan,” ujarnya.

Sri juga merasa sangat terbantu karena hanya perlu membayar selisih biaya rawat inap karena memilih naik kelas ke ruang VIP.

“Waktu itu anak saya sempat operasi hernia dan itu tanpa JKN. Ternyata biayanya sampai 40 juta. Jadi memang terasa sekali bedanya antara menggunakan JKN dengan tidak menggunakan,” ujarnya.

Selain aspek finansial, Sri mengapresiasi transformasi layanan JKN yang kini semakin praktis karena peserta hanya perlu menunjukkan KTP tanpa harus membawa tumpukan berkas administrasi yang rumit.

“Tidak pernah, tidak pernah ada keluhan, selalu baik semua. Pelayanannya juga baik, tidak ada masalah. Kartu Askes saya kebetulan hilang, tapi saya bisa dilayani pakai KTP saja. Administrasinya juga mudah, tidak pernah dimintai berkas yang macam-macam,” ujarnya.

Ia menilai kualitas pelayanan tenaga kesehatan tetap optimal dan tidak membeda-bedakan status kepesertaan, sehingga ia merasa sangat nyaman selama menjalani masa perawatan di fasilitas kesehatan.

Sri berharap Program JKN terus mempertahankan kemudahan prosedur dan kualitas penjaminan demi membantu masyarakat luas yang membutuhkan kepastian perlindungan kesehatan di masa depan.

“Harapan saya ya sudah baik, tetap dipertahankan baik seperti ini saja. Pelayanan dan administrasinya mudah, sangat membantu kami masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” katanya.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026