
Layanan digital kian mudah, Anggun puji inovasi BPJS Kesehatan

Yogyakarta (ANTARA) - Kemudahan layanan digital menjadi alasan utama peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari kalangan muda merasa sangat terbantu karena pengurusan administrasi maupun pengaduan kini dapat dilakukan tanpa dokumen fisik melalui berbagai kanal digital.
Salah satu peserta, Anggun Soleha asal Umbulharjo, Kota Yogyakarta menilai sistem dan inovasi digital yang digagas BPJS Kesehatan membuat layanan menjadi lebih praktis terutama bagi generasi muda.
Ia mengaku telah menjadi peserta JKN sejak empat tahun lalu melalui kepesertaan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau yang lebih dikenal dengan kepesertaan mandiri.
“Sekarang lebih simpel menggunakan layanan JKN karena semua sudah lewat sistem. Jadi tidak perlu lagi membawa dokumen fisik seperti Kartu Keluarga, data sudah tersimpan. Apalagi ada Aplikasi Mobile JKN, itu sangat mempermudah kami,” ujar Anggun, di Yogyakarta, Rabu (15/4).
Sejumlah kemudahan tersebut menjadi nilai tambah bagi Anggun karena peserta yang mengalami kendala dapat langsung menghubungi Care Center BPJS Kesehatan melalui nomor 165 atau mendatangi kantor cabang terdekat untuk mendapatkan solusi secara langsung.
“Kalau ada kendala bisa langsung telpon saja ke Care Center sehingga bisa dilakukan dari mana saja. Kalau untuk pengurusan administrasi di kantor juga tidak lama, tinggal datang bisa langsung ditangani oleh petugas yang berjaga,” katanya.
Anggun mengatakan selama menjadi peserta dirinya kerap memanfaatkan layanan rawat jalan di puskesmas untuk mengatasi gangguan lambung, di mana penjaminan JKN sangat membantu menanggung seluruh biaya pemeriksaan hingga obat-obatan yang dibutuhkannya.
“Kalau saya biasanya rawat jalan saja di puskesmas, karena ada sakit lambung. Dengan JKN, untuk obat-obatan juga dijamin. Untuk obat saat sakit lambung atau demam itu sangat membantu,” katanya.
Dari sisi pelayanan, Anggun mengaku tidak pernah merasakan perbedaan perlakuan dengan pasien lain karena tenaga kesehatan tetap memberikan layanan optimal tanpa diskriminasi, sehingga hal tersebut memantapkannya untuk terus memanfaatkan program JKN.
“Selama ini alhamdulillah dilayani dengan baik, tidak pernah ada keluhan selama berobat dengan JKN. Tidak dibeda-bedakan juga dengan pasien yang bukan JKN. Semua anggota keluarga juga sudah jadi peserta. Adik dan ayah saya juga pakai JKN untuk kontrol dan pengobatan masih bisa digunakan dengan baik sampai sekarang,” katanya.
Dengan beragam kemudahan dan manfaat yang diterima, Anggun menilai iuran kelas tiga sebesar Rp35.000 per bulan masih sangat terjangkau, terlebih ia dan keluarga tidak perlu lagi merasa khawatir terhadap biaya layanan kesehatan saat sakit datang tiba-tiba.
“Menurut saya affordable untuk besaran iuran 35.000 per bulannya. Dengan segitu, kita jadi tidak lagi khawatir soal biaya saat butuh layanan kesehatan. Sudah ada JKN yang menjamin,” tutupnya.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
