
Menteri PPPA tegaskan kampus harus jadi ruang aman dan bebas dari kekerasan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan perguruan tinggi harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan terhadap perempuan.
"Kita melihat kasus-kasus kekerasan ramai didiskusikan di media sosial, di antaranya juga terjadi di perguruan tinggi. Dalam menangani dinamika ini, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kekerasan melalui langkah-langkah strategis, mulai dari pencegahan, penguatan regulasi, implementasi program, hingga penyediaan layanan perlindungan yang komprehensif bagi korban," katanya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan hal itu saat mengunjungi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram dan Universitas Mataram (Unram) di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Dalam mencegah dan menangani kekerasan di perguruan tinggi, menurut dia, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri melainkan perlu sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
Kerja sama lintas sektor ini penting karena berdasarkan survei Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2020 masih terdapat sekitar 63 persen kasus kekerasan yang tidak dilaporkan.
"Kondisi ini menegaskan pentingnya peningkatan edukasi publik serta penguatan layanan bagi korban agar mereka berani melapor," kata Arifah Fauzi.
Pemerintah telah memperkuat payung hukum melalui Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Regulasi ini memperluas cakupan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) dalam penanganan kekerasan, tidak sebatas kekerasan seksual, tetapi juga perundungan, kekerasan fisik, kekerasan verbal, intoleransi dan bentuk kekerasan lainnya.
"Kami mengapresiasi upaya kampus Unram dan UIN Mataram yang telah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan nyaman bagi seluruh civitas academica termasuk mahasiswa. Mudah-mudahan komitmen dan deklarasi anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang digaungkan oleh kampus bisa benar-benar memberikan manfaat bagi semua," kata Menteri Arifah Fauzi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menteri Arifah: Kampus harus jadi ruang aman dan bebas dari kekerasan
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
