
Wagub DIY: IWFP memperkuat moderasi kehidupan beragama

Yogyakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X mengatakan Indonesian Walk for Peace (IWFP), tradisi perjalanan spiritual jalan kaki para biksu untuk menyebarkan pesan kedamaian, sebagai upaya memperkuat moderasi kehidupan beragama.
"IWFP ini sejalan dengan cita-cita Pemda DIY dalam membangun moderasi kehidupan beragama, yakni saling menghargai dan menghormati satu sama lain," kata Paku Alam X saat menerima audiensi Panitia IWFP 2026 di Gedong Pareanom, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin.
Menurut dia, IWFP merupakan tradisi yang patut dihargai serta dimaknai secara mendalam, sehingga diharapkan dapat menjadi ruang menumbuhkan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kehidupan yang damai antarumat beragama di DIY.
"Sejak awal, nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat DIY. Saya menyambut positif pelaksanaan IWFP ini dan berharap semangat moderasi terus digelorakan," katanya.
Menurut dia, DIY menjadi salah satu rute yang dilalui para biksu sebagai titik pemberhentian, yang mencerminkan DIY sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, serta mampu menaungi keberagaman masyarakat dengan berbagai kepercayaan dan ciri khasnya masing-masing.
Wagub mengatakan, meskipun DIY telah lama menjadi rumah bagi keberagaman agama. Namun, masih terdapat distraksi maupun provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang berpotensi memecah belah serta menghambat terwujudnya kerukunan antarumat beragama.
"Kehadiran para biksu di DIY diharapkan dapat semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya moderasi beragama, serta memperkuat komitmen dalam menjaga kerukunan sebagai sesama warga masyarakat," katanya.
Ketua Panitia IWFP 2026 Wilayah DIY Tandean Harry Setio Subagio mengatakan, pemberhentian di DIY menjadi yang pertama kali, sehingga sangat spesial bagi DIY sebagai city of tolerance, dan moderasinya sangat luas untuk membangun satu sinergi antarwarga.
Dia mengatakan, tradisi yang telah berlangsung sejak lama ini memberikan dampak yang luar biasa, baik dari sisi keagamaan maupun kehidupan sosial masyarakat hingga pariwisata. Dia berharap DIY dapat terus menjadi salah satu titik pemberhentian para biksu dalam perjalanan mereka.
"Kita berharap ini tidak hanya sekali saja di DIY, siapa tahu bisa berkali-kali, sehingga menjadi satu tradisi yang cukup mengenalkan DIY secara lokal maupun internasional," katanya.
Sementara itu, Kepala Wilayah (Kanwil) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) DIY Ahmad Bajiej mengatakan, pihaknya akan turut menyambut sekaligus mendampingi kedatangan 51 biksu selama berada di DIY, hingga proses pelepasan rombongan di wilayah Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.
"Kami mendampingi panitia, sekaligus memberikan rekomendasi bahwa kami siap mendukung berbagai agenda yang berlangsung di sini, baik bersama Gubernur, Wakil Gubernur, maupun dalam pendampingan rombongan 51 biksu," katanya.
Dia berharap tradisi Walk for Peace yang melintasi empat negara dan turut melibatkan DIY pada 2026 ini dapat mencapai tujuan utamanya, yakni membawa pesan kedamaian, terutama bagi masyarakat DIY.
Perjalanan Walk for Peace 2026 akan dimulai dari Brahmavihara Arama pada 7 Mei 2026. Para biksu nantinya berjalan kaki melintasi Bali, Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah. Perjalanan akan mencapai puncaknya di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, bertepatan dengan peringatan Tri Suci Waisak 2570 BE pada 31 Mei 2026.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wagub DIY: IWFP perkuat moderasi kehidupan beragama
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
