Logo Header Antaranews Jogja

RI dorong teknologi hijau untuk keberlanjutan lingkungan

Rabu, 22 April 2026 14:26 WIB
Image Print
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (tengah) dan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi (Minat Saintek) Kemdiktisaintek Yudi Darma (kanan) saat membuka Forum Kolaborasi Sains dan Teknologi Indonesia – Uni Eropa di Jakarta, Rabu (22/4/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat komitmen pengembangan teknologi hijau guna mendukung keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.

Dalam Forum Kolaborasi Sains dan Teknologi Indonesia – Uni Eropa di Jakarta, Rabu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa teknologi ramah lingkungan menjadi kunci bagi masa depan bangsa.

"Salah satu topik besar dari pembangunan Indonesia adalah membangun green technology, teknologi-teknologi mana yang memang bisa kita kembangkan sehingga hasil dari industri di Indonesia itu juga bisa bersaing di dunia internasional," kata Mendiktisaintek.

Lebih lanjut, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains Teknologi (Minat Saintek) Kemdiktisaintek Yudi Darma menilai peringatan Hari Bumi Internasional menjadi saat yang tepat untuk kembali memaksimalkan dan menjaga potensi alam Nusantara.

Baca juga: Teknologi baru yang mentransformasi sektor konstruksi agar lebih hijau

Baca juga: Presiden Jokowi mendorong pemanfaatan teknologi untuk hilirisasi komoditas kelapa di Indonesia


Dirinya optimistis Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya pengembangan teknologi hijau.

"Posisi Indonesia itu masih posisi strategis gitu dan kita memiliki tentunya nilai tawar yang tinggi, baik dari sisi lokasi, kekayaan biodiversitas kita, kemudian ya potensi hayati kita ya, itu mungkin bisa jadi nilai tawar yang kuat untuk mendukung keberlanjutan dan sustainability di Bumi lah tentunya ya," ujarnya.

Yudi menjelaskan, guna memastikan ekosistem riset kampus sejalan dengan pelestarian alam, Kemdiktisaintek kini menjadikan dampak lingkungan sebagai salah satu indikator utama dalam menilai karya sains yang dihasilkan oleh perguruan tinggi.

Sebuah platform pengukuran bernama Suryakanta saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah untuk menilai secara komprehensif sejauh mana sebuah inovasi memberikan manfaat tanpa merusak keseimbangan alam.

"Jadi tadi saya sempat menyinggung sedikit tentang Suryakanta, di situ nanti kita akan mengukur keberdampakan, selain dari dampak ekonomi dan dampak sosial, dampak lingkungan itu juga jadi fokus kita di situ," ucap Yudi menambahkan.

Melalui kolaborasi lintas negara dan kesadaran ekologi yang makin tinggi, pemerintah menargetkan agar insinyur-insinyur Indonesia dapat mengadaptasi teknologi maju dari luar negeri untuk diaplikasikan demi kelestarian bumi dan kemajuan dunia industri dalam negeri.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Hari Bumi, RI dorong teknologi hijau untuk keberlanjutan lingkungan



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026