
Disdikpora Bantul menggandeng kelurahan guna penanganan anak tidak sekolah

Bantul (ANTARA) - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta melibatkan pemerintah kelurahan atau desa di daerah masing masing dalam melakukan penanganan terhadap anak tidak sekolah.
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto di Bantul, Rabu, mengatakan berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY, tercatat 1.715 anak di Bantul belum mengakses pendidikan yang masih dilakukan pendalaman.
"Data tersebut saat ini masih dalam tahap verifikasi di kelurahan oleh operator setempat. Kami ingin memastikan seluruh data valid agar intervensi yang dilakukan terhadap anak tidak sekolah tepat sasaran," katanya.
Menurut dia, verifikasi dilakukan hingga tingkat kelurahan dengan melibatkan operator setempat agar angka yang diperoleh akurat sebelum penanganan lebih lanjut.
Dia mengatakan kelompok anak tidak sekolah terdiri atas beberapa kategori, mulai dari anak yang sama sekali belum pernah bersekolah, lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan, hingga mereka yang terpaksa berhenti di tengah jalan atau drop out (DO).
Menurut dia, berbagai upaya penanganan juga dilakukan, salah satunya melalui pendekatan di lingkungan sekolah untuk memberikan pembinaan kepada siswa yang berpotensi putus sekolah.
Dia mendorong kelurahan aktif mencari dan mendata anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan agar dapat membuka kembali akses belajar, baik melalui jalur formal maupun nonformal, seperti pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dan sanggar kegiatan belajar (SKB).
"Kolaborasi dengan kelurahan menjadi kunci, karena mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi warganya," katanya.
Dia mengatakan sejumlah faktor yang melatarbelakangi anak tidak sekolah, selain kondisi ekonomi keluarga, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan serta minim motivasi anak untuk melanjutkan hingga jenjang SMA atau SMK juga berpengaruh.
"Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan sendiri, perlu keterlibatan banyak pihak. Harapannya, anak-anak di Bantul bisa tetap mendapatkan hak pendidikan secara layak," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
