
Dua kali rawat inap, Sarifudin akui layanan JKN berkualitas

Yogyakarta (ANTARA) - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan manfaatnya bagi masyarakat luas, termasuk bagi Sarifudin, seorang pengemudi truk asal Kalasan yang telah dua kali merasakan kemudahan layanan kesehatan tanpa beban biaya.
“Sudah dua kali rawat inap di rumah sakit. Pertama dulu karena trombositnya turun. Kalau dari dokter mengatakan penyebabnya karena kurang minum air putih dan kurang istirahat. Perawatannya pakai JKN,” kata Sarifudin, Selasa (21/4).
Sarifudin menceritakan bahwa pengalaman pertamanya menjalani rawat inap terjadi saat ia mengalami penurunan kadar trombosit yang mengharuskannya mendapatkan perawatan intensif menggunakan fasilitas JKN.
Tidak berselang lama, ia kembali harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita usus buntu yang memerlukan tindakan operasi segera namun tetap terproteksi penuh dari risiko biaya pengobatan.
Pria yang sehari-hari bekerja di jalanan ini mengaku sangat lega karena seluruh penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga proses bedah berjalan cepat tanpa adanya pungutan biaya tambahan.
“Yang kedua karena usus buntu, penyebabnya makan tidak teratur, makan saya tidak hati-hati. Ditambah lagi minum tidak teratur, istirahat juga kurang. Waktu itu langsung saya ke IGD rumah sakit, langsung ditangani segera lah istilahnya begitu. Lalu disuruh untuk operasi usus buntu,” katanya.
Selama masa pemulihan, ia merasakan alur pelayanan yang semakin ringkas serta mengapresiasi keramahan para tenaga kesehatan yang menurutnya telah memberikan layanan secara maksimal dan profesional.
“Operasi usus buntu juga pakai JKN semua lancar. Semua gratis tidak ada tambahan biaya apa-apa. Dari dokter, perawat tidak ada masalah apa-apa, dilayani baik. Njih pakai JKN layanannya sae,” katanya.
Sebagai peserta mandiri yang sadar akan kewajiban, Sarifudin beserta keluarganya juga sangat disiplin dalam membayar iuran setiap bulan guna menjaga status kepesertaan tetap aktif.
Istrinya pun secara rutin memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk memantau tagihan serta administrasi kepesertaan keluarga, sehingga mereka tidak perlu lagi datang langsung ke kantor cabang.
“Istri kebetulan pakai Aplikasi Mobile JKN, selama ini digunakan untuk memantau pembayaran kami. Kepesertaannya mandiri ya, jadi mantau tagihan dan iuran setiap bulan begitu. Jadi lebih mudah untuk cek iurannya,” ujar Sarifudin.
Inovasi digital yang dihadirkan BPJS Kesehatan dinilai sangat memudahkan peserta dengan mobilitas tinggi karena memungkinkan perubahan data dilakukan secara praktis dari mana saja.
BPJS Kesehatan juga senantiasa menyediakan fitur autodebet untuk meminimalisir risiko lupa bayar, sehingga masyarakat mendapatkan jaminan kesehatan yang berkelanjutan saat dibutuhkan sewaktu-waktu.
Melalui pengalaman ini, Sarifudin memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi layanan JKN yang kini dianggapnya sudah jauh lebih baik, semakin gampang diakses, dan sangat berkualitas.
“Sudah mudah ya, kalau kita mau mengatur atau mengubah data bisa dari mana saja. Tidak usah sedikit-sedikit ke kantor, pakai aplikasi bisa dan lebih memudahkan. Layanan BPJS Kesehatan juga sekarang sudah lebih baik, banyak berubah dan semakin gampang,” katanya.
Pewarta : N008
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
