Logo Header Antaranews Jogja

Film horor "The Bell" mengangkat "urban legend" Pulau Belitung

Kamis, 23 April 2026 00:15 WIB
Image Print
Aktris Shalom Razade (kiri), aktor Mathias Muchus (kanan) dan aktris Ratu Sofya mengunjungi Antara Heritage Center di Jakarta Pusat pada Rabu (22/4/2026) untuk mempromosikan film baru yang dibintanginya, “The Bell”. ANTARA/Sri Dewi Larasati

Jakarta (ANTARA) - Rumah produksi Sinemata Buana Kreasindo menghadirkan film horor terbaru “The Bell: Panggilan untuk Mati” yang mengangkat Penebok, sosok hantu tanpa kepala dari mitos Pulau Belitung.

Aktor Mathias Muchus yang membintangi film “The Bell” mengatakan film tersebut menghadirkan cerita horor dengan latar Pulau Belitung yang dinilainya menarik karena berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia yang selama ini kerap mengangkat cerita mistis dari Pulau Jawa.

“Menariknya itu ternyata ada juga horor di luar Pulau Jawa. Kebetulan enggak tahu kenapa ini di Pulau Belitung, pulau yang indah dan keren itu tiba-tiba ada hantu namanya Penebok itu bukan kepalanya buntung, tapi lehernya buntung,” kata Mathias Muchus, saat berkunjung ke Kantor Berita ANTARA di Jakarta, Rabu.

Mathias juga mengatakan alasan dirinya bergabung dalam proyek “The Bell” karena berkeinginan mendukung produksi lokal, dan kebetulan produser film itu juga berasal dari daerah tersebut.

Selain itu, proses syuting film “The Bell” di Pulau Belitung, lanjut Mathias tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nuansa magis.

“Selain pemandangannya indah banget, kayak ada suasana magis memang. Tapi auranya itu memang agak-agak menyeramkan gitu apalagi kita lagi menangani film horor. Seolah-olah Penebok itu selalu muncul dari gedung-gedung vibes-nya itu bangunannya masih banyak yang tua-tua kayak gitu,” imbuh dia.

Aktris Ratu Sofya yang juga menjadi pemeran dalam film “The Bell” mengatakan bahwa menjalani proses syuting film tersebut yang dilakukan di Pulau Belitung menjadi pengalaman pertamanya mengunjungi daerah tersebut.

“Aku tuh enggak pernah ke Belitung. Kebetulan syutingnya kita di Belitung full, makanya aku benar-benar kayak ‘aku mau banget’. Karena aku benar-benar penasaran juga sama Belitung. Dan setelah aku baca karakternya aku suka,“ imbuh dia.

Film “The Bell: Panggilan untuk Mati” garapan sutradara Jay Sukmo menceritkan sebuah lonceng keramat di Belitung yang dipercaya mampu mengurung roh-roh jahat dicuri oleh sekelompok YouTuber demi konten. Namun, tindakan tersebut justru membebaskan Penebok, entitas mengerikan yang telah terkurung selama ratusan tahun.

Sosok hantu tanpa kepala bergaun merah itu mulai memburu mereka satu per satu, teror menyebar ke warga desa. Setiap denting lonceng menjadi pertanda kematian, Penebok datang untuk menagih kepala dari siapa pun yang mendengarnya.

Dibintangi juga oleh Bhisma Mulia, Shaloom Razade, Givina Dewi, Septian Dwi Cahyo, Nabil Lunggana, Maulidan Zuhri, film “The Bell: Panggilan untuk Mati” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 7 Mei 2026.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026