
KAI Daop 6 Yogyakarta tingkatkan kenyamanan dengan komitmen kelestarian bumi

Yogyakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan melalui peningkatan kenyamanan di stasiun maupun di kereta api, sekaligus memperkuat komitmennya sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan.
Sebagai salah satu transportasi massal yang efisien, kereta api merupakan moda yang rendah emisi karbon dibandingkan kendaraan pribadi. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa emisi yang dihasilkan kereta api jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mobil. Dalam 200 mil perjalanan, emisi yang dihasilkan mobil 5 kali lipat jika dibandingkan dengan kereta api.
Feni Novida Saragih, Manager Humas Daop 6 Yogyakarta mengatakan, “Setiap harinya, pengguna kereta api dapat mengurangi sekitar 2.141 ton CO2 dan dalam setahun total pengurangan mencapai sekitar 780.528 ton CO2. Jika dibandingkan secara akumulatif, emisi karbon yang dihasilkan dari penggunaan KA terhadap kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor jauh lebih kecil dibandingkan apabila menggunakan kendaraan pribadi,” ujar Feni.
Selain aspek keberlanjutan, KAI Daop 6 juga menaruh perhatian besar terhadap faktor kenyamanan pelanggan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyediaan fasilitas tempat pembuangan sampah di setiap stasiun yang telah dikelompokkan berdasarkan jenisnya, yakni organik, anorganik dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Melalui fasilitas ini, pelanggan tidak hanya merasakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman, tetapi juga mendapatkan edukasi untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah yang berdampak pada kelestarian lingkungan jangka panjang.
Feni menambahkan, dalam pengelolaannya, KAI Daop 6 Yogyakarta bersama mitra yang telah bekerjasama memastikan sistem pengolahan sampah berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
KAI Daop 6 juga aktif mengedukasi pelanggan untuk turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, melalui penyediaan fasilitas water station yang dapat dimanfaatkan para penumpang untuk isi ulang tumbler pribadi untuk menekan penggunaan botol plastik sekali pakai. Sebagai dukungan terhadap kebiasaan tersebut, beberapa stasiun kini telah dilengkapi dengan fasilitas air minum isi ulang yang dapat dimanfaatkan oleh pelanggan secara praktis dan ramah lingkungan.
“Fasilitas ini tersebar di beberapa stasiun seperti Stasiun Yogyakarta, Solo Balapan, Lempuyangan, Purwosari, Wates, Klaten, Solo Kota, dan Palur. Water station merupakan fasilitas air minum gratis yang disediakan oleh KAI bagi para penumpang KA di stasiun. Para penumpang tinggal membawa botol minum sendiri dan dapat mengisikan air minum di mesin yang telah tersedia,” ungkap Feni.
Inovasi yang juga mendukung kelestarian lingkungan adalah sistem boarding face recognition yang memudahkan penumpang untuk boarding tanpa harus mencetak tiket lagi. Inovasi ini selain efisien secara waktu juga mengurangi sangat signifikan penggunaan kertas yang selama ini digunakan untuk mencetak tiket atau boarding pass.
Feni juga menambahkan, tidak hanya di area stasiun, komitmen terhadap kelestarian lingkungan juga diterapkan di dalam kereta api. KAI telah menggunakan kantong berbahan ramah lingkungan sebagai bagian dari langkah nyata dalam mengurangi dampak limbah plastik.
“Komitmen KAI Daop 6 Yogyakarta tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan dan kenyamanan pelanggan, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Melalui berbagai program seperti penyediaan fasilitas sampah terpilah, penggunaan material ramah lingkungan, hingga edukasi kepada pelanggan, kami berharap dapat mendorong terciptanya budaya transportasi yang lebih peduli lingkungan. Partisipasi aktif pelanggan menjadi kunci penting dalam mewujudkan ekosistem transportasi yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Feni.
KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus berinovasi dalam menghadirkan layanan transportasi yang modern, nyaman, serta berwawasan lingkungan, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Pewarta : SP
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
