Logo Header Antaranews Jogja

Dinkes Bantul menggencarkan imunisasi kendalikan penularan campak

Kamis, 23 April 2026 17:37 WIB
Image Print
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menggencarkan imunisasi rutin terhadap anak usia satu bulan, 18 bulan dan siswa kelas satu sekolah dasar (SD) sebagai upaya mengendalikan penularan penyakit campak.

"Sehubungan dengan meningkatnya kasus campak, saat ini sedang dilakukan program imunisasi kejar campak di Kabupaten Bantul," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul Samsu Aryanto di Bantul, Kamis.

Menurut dia, kegiatan imunisasi campak saat ini telah dilakukan selama dua kali di 27 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) se- Bantul. Pada tahap pertama imunisasi dengan menyasar 440 orang, dengan cakupan sebanyak 404 orang.

"Sedangkan imunisasi tahap dua menyasar 531 orang dengan cakupan 499 orang. Jadi, kegiatan imunisasi kejar campak masih berjalan, sehingga masih memungkinkan persentase capaian meningkat," katanya.

Menurut dia, cakupan imunisasi campak di layanan kesehatan Bantul yang rata-rata lebih dari 90 persen tersebut tidak terlepas dari sosialisasi kepada masyarakat yang terus dilakukan Dinkes Bantul.

Selain itu, kata dia, instansi ini juga melakukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan wilayah dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait manfaat imunisasi.

"Jadi kolaborasi dengan kapanewon (kecamatan), polsek (kepolisian sektor), koramil, KUA (kantor urusan agama), kelurahan, dukuh, kader, tokoh agama, tokoh masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, saat ini kasus campak di Bantul tercatat 44 kasus, yang tersebar di Kecamatan Piyungan, Dlingo, Sedayu, Kasihan, Banguntapan, Pleret, Sewon, Bantul, Pandak, Srandakan, Imogiri, Jetis, dan Pajangan.

"Wilayah kecamatan dengan kasus paling banyak di Banguntapan berjumlah 13 kasus," katanya.

Dia mengatakan, meski tidak ada laporan meninggal dunia karena kasus campak, namun, Dinkes mengimbau masyarakat yang mengalami gejala campak seperti demam, batuk, pilek, dan muncul ruam kemerahan agar segera melakukan pengobatan.

Selain itu, kata dia, masyarakat agar menghindari kontak dengan penderita campak, guna mencegah penularan.

"Kemudian jaga kesehatan, konsumsi gizi seimbang, dan bisa melapor ke petugas puskesmas akan kita tindak lanjuti," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes Bantul gencarkan imunisasi kendalikan penularan campak



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026