Logo Header Antaranews Jogja

AS kembangkan opsi serangan baru ke Iran jika kesepakatan gagal

Jumat, 24 April 2026 17:05 WIB
Image Print
Arsip foto - Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir di negara itu, di Bushehr, Iran pada 28 April 2024. Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr, yang merupakan salah satu fasilitas nuklir yang sering disebut-sebut dalam krisis internasional karena program nuklir Iran, saat ini menghasilkan 1000 megawatt listrik per tahun. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Moskow (ANTARA) - Militer Amerika Serikat tengah mengembangkan sejumlah opsi serangan baru terhadap Iran, termasuk di kawasan Selat Hormuz, jika gencatan senjata dengan Teheran berakhir tanpa kesepakatan.

Laporan CNN pada Kamis (23/4) yang mengutip sejumlah sumber menyebutkan bahwa opsi tersebut mencakup serangan terhadap kapal serang cepat, kapal penyebar ranjau, serta aset perang asimetris lainnya yang digunakan Iran untuk memblokir jalur laut strategis tersebut.

Selain itu, militer AS juga mempertimbangkan serangan terhadap fasilitas dwiguna Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan, seperti ancaman pemerintahan Trump sebelumnya.

Opsi lain yang tengah dikaji mencakup kemungkinan penargetan komandan militer Iran dan tokoh kepemimpinan negara, termasuk komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran Ahmad Vahidi.

Baca juga: Trump ingin capai 'kesepakatan abadi' dengan 'Iran tanpa nuklir'

Baca juga: Trump peringatkan Paus Leo tentang ancaman senjata nuklir Iran

Sebelumnya pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Kedua pihak kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April, tetapi pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa kesimpulan.

Meski belum ada pengumuman resmi terkait dimulainya kembali permusuhan, Amerika Serikat telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, Trump pada Selasa mengatakan bahwa Washington akan memperpanjang gencatan senjata sambil tetap melanjutkan blokade.

Kepala negara AS itu juga menyebut peluang pembicaraan damai dengan Iran “mungkin” terjadi dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: AS kembangkan opsi serangan baru ke Iran jika kesepakatan gagal



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026