Logo Header Antaranews Jogja

Malioboro Menari ajak warga dan wisatawan lestarikan budaya lewat tarian

Jumat, 24 April 2026 21:26 WIB
Image Print
Masyarakat dari berbagai kalangan, mulai anak muda hingga lansia serta laki-laki dan perempuan, mengikuti tarian bersama saat acara “Malioboro Menari” di Selasar Plaza Malioboro, Yogyakarta, Jumat (24/4). ANTARA/Aufa Ulya Fithrin

Yogyakarta (ANTARA) - Plaza Malioboro berkolaborasi dengan Malyabara Hotel dan Komunitas Sekelana menggelar acara “Malioboro Menari” di kawasan Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (24/4), dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus mengajak masyarakat melestarikan budaya melalui gerak tari.

Marketing Komunikasi Malyabara Hotel Bunga Khairunnisa mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang bersama bagi perempuan maupun laki-laki untuk menari secara terbuka di kawasan wisata Malioboro.

“Awalnya kami ingin memperingati Hari Kartini, jadi kami ingin mengumpulkan teman-teman perempuan maupun laki-laki untuk menari bersama,” kata Unga.

Ia menjelaskan konsep menari dipilih karena dinilai lebih mudah menarik partisipasi masyarakat dan wisatawan dibandingkan bentuk hiburan lain. Menurut dia, tarian dengan iringan lagu Jawa, lagu pop, hingga dangdut memungkinkan seluruh kalangan ikut bergabung.

“Kalau menari, semua orang bisa ikut bergabung. Karena tidak semua orang percaya diri untuk bernyanyi, tetapi kalau menari masyarakat lebih tertarik,” katanya.

Bunga menambahkan kegiatan “Malioboro Menari” menjadi acara perdana yang terbuka bebas bagi masyarakat umum. Ke depannya, kegiatan serupa diharapkan dapat digelar secara rutin beberapa kali dalam setahun.

Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut juga menjadi upaya meningkatkan kepedulian terhadap budaya melalui penggunaan busana berkain dan kebaya, sekaligus menambah daya tarik wisata di kawasan Malioboro.

Perwakilan Komunitas Sekelana Akbar Faisal mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak siapa saja yang memiliki minat menari untuk bergerak bersama, tidak terbatas bagi penari profesional.

“Pengunjung ataupun orang-orang yang lewat di Jalan Malioboro juga bisa ikut menari bersama,” kata Akbar.

Sementara itu, pegawai Plaza Malioboro Gradhina Mely menilai acara tersebut menjadi sarana memperkenalkan budaya di salah satu kawasan sumbu filosofi Yogyakarta.

Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi upaya membangkitkan minat generasi muda terhadap tari tradisional dengan menggabungkan unsur modern yang dekat dengan kalangan muda saat ini.

“Kami ingin menumbuhkan kembali rasa ingin tahu dan keinginan generasi muda untuk bergabung menari tradisional, tetapi tetap disesuaikan dengan perkembangan zaman,” kata Gradhina.



Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026